AKADEMISI UI DAMPINGI PMI KELOLA LIMBAH DISINFEKTAN

Palang Merah Indonesia (PMI) masih terus melakukan penyemprotan disinfektan guna memerangi Covid-19 di Indonesia. Bahan disinfektan yang digunakan PMI dalam penyemprotan ini dipastikan aman bagi lingkungan dan manusia. PMI didampingi akademisi Universitas Indonesia (UI) melakukan pengolahan disinfektan serta limbahnya sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Cairan yang disemprotkan di berbagai tempat umum ini rutin diuji lab guna kepastian kualitasnya.

Ketua Umum PMI Jusuf Kala meminta masyarakat tak perlu khawatir terhadap paparan cairan disinfektan. Ia mengatakan, pembuatan hingga cara penyemprotannya telah sesuai dengan anjuran WHO.

“Kadarnya (disinfektan) telah disesuaikan, masyarakat tidak perlu khawatir. Tapi kadarnya cukup untuk membunuh virus dan bakteri lainnya,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Akademisi dari Disaster Research and Response Center UI Agustino Zulys menjelaskan, DRRC UI memeberikan pendampingan kepada PMI dalam segala hal yang berkaitan dengan disinfektan. Mulai dari peracikan, keselamatan dan kesehatan dan kerja bagi relawan, hingga metode penyemprotan semua dikonsultasikan dengan ahli.

“Depo (disinfektan PMI) ini sudah menjalani panduan yang kami berikan tersebut. Jadi kami buat SOP (Standard Operational Procedure), kemudian direview oleh PMI, kemudian ada usulan feedback. Kami lihat, kalau seandainya ada kekurangan kita diskusikan bersama, akhirnya nanti akan kita bakukan lagi SOP-nya,” katanya ditemui saat peninjauan Depo Disinfektan PMI di kawasan Gudang Darurat Covid-19 PMI, Jakarta Selatan.

Agus menambahkan, cairan yang digunakan PMI merupakan kaporit yang telah dilarutkan konsentrasinya hingga 0,05 persen. Konsentrasi itu sama dengan kadar kaporit yang digunakan dalam kolam renang.

“Hanya, saat disemprotkan ke lingkungan, tumbuhan dan sebagainya itu memang berdampak. Tapi kalau ke manusia, gak masalah. Walaupun (konsentrasi) rendah, dampaknya untuk bakteri dan virus itu berpengaruh,” jelas dosen Fakultas MIPA UI tersebut.

Soal limbah buang, Agus menjelaskan, telah dilarutkan hingga konsentrasinya aman dibuang ke saluran buang. Limbah berbentuk endapan itu sebelumnya juga telah didiamkan dalam waktu tertentu guna menurunkan kadar gas dan kandungan kimianya.

Kepala Sub Diseminasi Kepalangmerahan PMI Fajar Sumirat menambahkan, kerjasama PMI dengan DRRC UI ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan bagi relawan. Pasalnya, sambung Fajar, sejumlah cairan kimia memiliki dampak kerusakan terhadap kesehatan relawan peracik.

“Kerjasama dengan DRRC UI ini sangat penting untuk memastikan cairan disinfektan tetap aman untuk disemprotkan dan relawan kami juga aman dalam bertugas,” jelasnya.*

193

Leave a Reply