AMAN DAN NYAMAN, FOKUS PROTOKOL RS PMI JELANG ‘NEW NORMAL’

Guna menciptakan kenyamanan dan keamanan, Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) memperketat protokol pelayanan bagi pasien di era transisi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Satu unit mobile xray digunakan RS PMI Untuk memindai pasien. Pengetatan prosedur standar penerimaan pasien ini menyusul kenaikan pasien non-covid-19 di RS PMI Bogor.

Wakil Direktur RS PMI Bogor dokter Arfan Fathurrahman mengungkapkan, di massa transisi kenaikan pasien non-covid19 mencapai 40 persen. Kenaikan itu juga diiringi dengan pembukaan sejumlah layanan poliklinik di RS PMI. Sejumlah upaya dilakukan unutk meminimalisasi kontak pasien dan tenaga kesehatan.

RS PMI menggunakan mobile xray untuk mendeteksi kondisi pasien yang akan ditangani RS PMI. Berbeda dengan prosedur xray biasa, mobile xray dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.

“Sebelumnya, kalau mau konsul semua pasien harus rontgen toraknya. Itu dari emergency, dipindahkan ke radiologi. Ini banyak terjadi kontak. Dengan bantuan Xray dari IFRC (Federasi Palang Merah Internasional), ini meminimalisasi kontak. Xray ini bisa kami tempatkan di emergency dan ICU,” jelasnya.

Sejak awal penetapan pandemi covid19 di Indonesia, RS PMI telah memberlakukan prosedur penerimaan pasien di masa pandemi. Salah satu bentuknya yakni dengan metode skoring. Arfan menjelaskan, pasien yang akan ditangani terlebih dahulu ditanyai terkait keluhan, asal wilayah, hingga riwayat perjalanan.

“Kalau mendekati (terjangkit covid-19) berarti ditempatkan di ruang terpisah, kalau tidak berarti itu bisa masuk ke rawat jalan,” kata Arfan.

Sebanyak 980 pasien terjangkit covid-19 ditangani RS PMI Bogor sejak ditunjuk sebagai RS rujukan covid-19 April lalu. Sebanyak 15 pasien di antaranya dirawat dalam fasilitas RS bertibe B ini.

Kini, RS PMI Bogor bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam tes polymerase chain reaction (PCR) agar hasil tes bisa diketahui dengan cepat.

“Jadi sekarang ke LIPI, kalaupun LIPI penuh kami ke Kimia Farma sehingga bisa lebih cepat. Pemeriksaan ini ada yang mandiri, ini harus membayar. Tapi kalau dengan keluhan itu ditanggun negara,” tukasnya.

141

Leave a Reply