Marinir semprot lingkungan bidara cina

CERITA MARINIR DI GUDANG DARURAT PMI

Bangga dan Senang Membantu Tugas Kemanusiaan

Bukan cuma terlibat perang dalam mempertahankan kedaulatan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga terlibat dalam penanggulangan akibat bencana atau pemberian bantuan kemanusiaan. Seperti yang dilakukan 28 personel Koprs Marinir Angkatan Laut (AL) di Gudang Darurat Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI). Marinir disiagakan 24 jam menjaga gudang yang berisi bantuan kemanusiaan dan sejumlah alat medis tersebut.

Matahari belum sepenuhnya muncul, baru sepenggal-sepenggal sinarnya menghinggapi gedung atau tanah saat sebaris prajurit melaksanakan apel di depan pos jaga Gudang Darurat Covid-19 PMI, Jakarta Selatan. Rutinitas pagi ini dipimpin prajurit muda Letnan Satu (Lettu) Muhammad Harliansyah. Perwira balok dua ini memberi pengarahan agar bawahannya menunaikan tugas dengan sepenuh hati.

Memastikan gudang aman dari gangguan adalah tanggung jawab utama prajurit berbaret ungu di gudang tersebut. Menurut Komandan Pleton Harliansyah, pengamanan di gudang tersebut dilakukan selama 24 jam oleh Marinir. Tak cuma di gudang, Marinir juga turut mengamankan Markas Pusat PMI selama pandemi covid-19 ini berlangsung.

“Jadi di sini kan banyak material dan banyak personel, baik dari militer maupun sipil, Polri juga ada. Jadi kami di sini menjaga agar sektor ini aman terkendali, tidak ada masalah selama covid ini berlangsung. Jika tidak ada gangguan di gudang ini, saya yakin aman dan Indonesia lekas membaik,” katanya.

Selain melakukan pengamanan, Marinir juga turut membantu dalam disinfeksi di Jabodetabek. Tugas tersebut dinilai Harliansyah sebagai pengalaman mengesankan. Baginya, mendapat kesempatan membantu masyarakat merupakan kebanggaan tersendiri.

“Kami senang bisa membantu. Walau pun waktu kami istirahat, saatnya ada permintaan, kami selalu siap. Ada rasa bangga, jadi kami tidak hanya untuk perang, tapi peran kami untuk kemanusiaan pun ikut,” jelasnya.

Selama ditugaskan sejak Maret, sebagian besar prajurit muda tersebut belum pulang. Bahkan saat hari raya, mereka tetap berjaga. Harliansyah mengatakan, personel yang diizinkan pulang hanya mereka yang sudah berkeluarga. Namun bagi mereka yang belum, disediakan tempat istirahat di kawasan gudang.

Rasa bosan atau jenuh tentu dialami personel Marinir di gudang. Beragam cara pun dilakukan para tentara untuk mengusir rasa jenuh tersebut, entah dengan bermain bola atau bermain game konsol.

“Banyak lah kegiatan di luar tugas yang bisa dilakukan, kami di sini berbaur dengan relawan lainnya,” kata Harliansyah.

57

Leave a Reply