2/16/2010
Di beberapa daerah di Indonesia kini tengah mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya, banjir melanda Bogor, Jakarta, dan sebagian wilayah di Depok pada Jumat (12/2) hingga Sabtu dini hari yang lalu (13/2).
Di wilayah lain, bencana banjir juga melanda sebagian wilayah di Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Beberapa kecamatan dan ribuan rumah penduduk di sana terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 40 cm sampai dengan 3 meter.
Lima Kabupaten di Sumatera Selatan Terendam Banjir PMI Kota Palembang melaporkan, sejak Senin (8/2) hingga Kamis lalu (11/2) banjir merendam sedikitnya lima kabupaten/kota dan telah menimbulkan dampak kerusakan serius pada infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya hingga akses transportasi keluar dan masuk wilayah tersebut dikabarkan terhambat.
Banjir tak hanya menyapu habis harta dan benda para warga tapi juga merenggut nyawa penduduk di sana. Berdasarkan laporan sementara dari pemerintah kabupaten dan kota setempat, musibah banjir ini telah merenggut nyawa tiga orang penduduknya yang berdomisili di Kabupaten Muaraenim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Prabumulih.
Banjir telah pula menyumbat ruas Jalan Lintas Tengah Sumatra di wilayah Martapura, Sumatera Selatan dan mengganggu kelancaran akses transportasi dari Lampung dan Bengkulu ke arah Sumatera Selatan dan sebaliknya. Pada Kamis itu (11/2), arus transportasi antarprovinsi di kota Sumatra dialihkan ke lintas timur dan lintas barat.
Selebihnya, sejumlah ruas jalan antarkabupaten/kota di Muaraenim, Lahat, dan Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), serta OKU Selatan juga terganggu akibat banjir dan tanah longsor.
Setelah dikabarkan banjir mulai surut, hujan deras yang turun pada Sabtu hingga Minggu pagi (14/2), kembali mengakibatkan banjir di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Banjir yang merendam ratusan rumah penduduk di 15 desa di Kecamatan Pemulutan Induk, pada hari Minggu (14/2) dilaporkan meluas ke 14 desa lainnya di empat kecamatan. Di antaranya kecamatan Muara Kuang, Lubuk Keliat, Rambang Kuang, dan Rantau Panjang.
Berdasarkan data sementara yang tercatat di PMI Kota Palembang, sebanyak 2.744 jiwa dari 686 kepala keluarga di empat kecamatan ini menjadi korban. Sebagian masih bertahan di rumah masing-masing, sebagian lainnya diungsikan ke tempat penampungan. Ada pula yang tinggal di rumah-rumah kerabatnya.
PMI Kota Palembang mengerahkan sedikitnya 100 personil relawannya ke lokasi rawan banjir untuk membantu menanggulangi para korban banjir di sana. Selain membantu mengevakuasi warga ke wilayah yang aman dari banjir, para relawan juga melakukan pendataan awal (assessment) dan mendistribusikan bantuan sementara kepada para korban banjir. Bantuan yang diberikan berupa makanan dan air minum dalam kemasan.
Musibah Banjir Merendam Ribuan Rumah Warga di Tulang Bawang Banjir juga terjadi di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Minggu (14/2). Pernyataan kondisi Siaga I, juga ditujukan pada tiga kelurahan di Kecamatan Menggala. Luapan sungai Tulang Bawang merendam ratusan rumah di Menggala sejak Sabtu (13/2). Hingga Minggu siang (14/2), dikabarkan bahwa banjir setinggi 3 meter ini belum surut.
PMI Provinsi Lampung melaporkan, banjir menggenangi sekitar 1.800 rumah di beberapa desa di Kecamatan Menggala dan Kecamatan Denteladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Puluhan relawan PMI membantu mengevakuasi warga untuk segera mengungsi ke wilayah aman dan melakukan pendataan awal (assessment) di lokasi-lokasi yang terkena banjir. Dari laporan terakhir yang diterima Posko PB Markas Pusat PMI, para relawan PMI akan segera menyediakan layanan Dapur Umum untuk para pengungsi.*
(Dok. Foto Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI)
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Kepala Divisi Komunikasi, Aswi Reksaningtyas, Tlp. 021-7992325 Ext. 201, Hp. 087882962348, Ria Thahir, Kepala Sub Divisi Humas Markas Pusat PMI, Hp. 0816 131 0911, Tlp. 021-799 2325, ext. 201. E-mail. pmi@pmi.or.id |