Indonesia | English
       
News
Search
Home | Activities | Donation | Publications | News | FAQ | Gallery | Contact Us
4/8/2014
:: Lomba Menulis dan Video Cerita Palang Merah Ku

4/3/2014
:: Aplikasi Android PMI Kota Solo

4/1/2014
:: PMI Hijaukan Kabupaten Lombok Barat

3/27/2014
:: Urgensinya Pembinaan Relawan PMI

3/24/2014
:: KSR Baru Lakukan Simulasi Tanah Longsor

3/21/2014
:: PMI Ikut Simulasi Mentawai Megathrust

3/17/2014
:: Simulasi Erupsi Gunung Slamet

3/14/2014
:: Siaga Bencana Asap dengan Bagikan Masker

3/12/2014
:: Survey untuk Tingkatkan Layanan Ambulans

3/6/2014
:: PMI Tempa 113 Relawan Siaga Bencana

2/27/2014
:: Mukernas 2014 Tahun Kualitas PMI

2/21/2014
:: Hagglund Bawa Air Bersih Capai Desa Terisolir

2/20/2014
:: Giliran Pengungsi Kelud dapat Air Bersih

2/18/2014
:: Tim PSP Hibur Anak Pengungsi

2/17/2014
:: Selimut untuk Pengungsi Gunung Kelud

2/15/2014
:: Siaga Lahar Dingin

2/14/2014
:: Operasi Bencana Gunung Kelud

1/29/2014
:: Super Hero Ramaikan Baksos PMI

1/28/2014
:: Carrefour Dukung PMI

1/27/2014
:: Sinabung: Respon Bencana yang Berkepanjangan

 
 
Seratus Angkatan Pertama Satgana Pusat PMI Resmi Dikukuhkan
6/7/2010

Pelatihan Satgana (Satuan Penanganan Bencana) Pusat PMI Angkatan Pertama, berakhir pada Senin pagi ini (7/6). Sebanyak 100 personil Satgana PMI dari seluruh Indonesia, resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Pusdikpassus Batujajar, Cimahi, Jawa Barat.

Pengukuhan ini secara simbolis ditandai dengan penyematan lambang relawan Satgana kepada sejumlah anggota Satgana. Di depan para Satgana, Jusuf Kalla yang berlaku sebagai komandan upacara mengatakan bahwa dengan kondisi negeri Indonesia yang rawan bencana, pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas relawan PMI. 

“Negeri ini selalu mendapatkan bencana. Penanganan bencana harus ditangani dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar tidak terlambat menolong korban. Oleh karenanya perlu pelatihan seperti ini untuk meningkatkan skill para relawan,” jelas Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam pidatonya di acara pengukuhan Satgana Pusat PMI di Pusdikpassus Batujajar, Cimahi, Jawa Barat, Senin (7/6).

Jusuf Kalla juga mengakui bahwa pelatihan dengan cara militer adalah yang terbaik untuk diimplementasikan di lapangan.

“Bukan berarti saya akan menyamakan PMI dengan militer, tapi saya akui kalau kemampuan militer adalah kemampuan terbaik untuk mengatasi persoalan seperti bencana,” akunya.

Demonstrasi Tanggap Darurat
Tidak kurang dari 100 relawan Satgana (Satuan Penanganan Bencana) Pusat PMI mengakhiri pelatihan Satgana Pusat dengan menggelar demonstrasi tanggap darurat di Lapangan Hitam Pusdikpassus Batujajar, Cimahi, Jawa Barat. Para Satgana memeragakan sejumlah aksi tanggap darurat seperti melewati rintangan peluncuran, titian tali, rapling, baris berbaris, sampai peragaan evakuasi korban dengan ambulans dan helikopter.

Dijelaskan Abidin, salah satu pelatih Satgana PMI, demonstrasi yang dilakukan para Satgana ini adalah hasil dari pelatihan yang dilakukan bersama Kopassus selama 10 hari di Batujajar. Menurutnya, pelatihan berikut demonstrasi tanggap darurat ini menjadi dua hal yang sangat penting karena menjadi kombinasi dari pelatihan kedisiplinan yang merupakan inti dari pelatihan dari Kopassus dan pendalaman kegiatan tanggap darurat yang menjadi tugas utama para relawan.

“Pelatihan kedisiplinan dan pendalaman kegiatan tanggap darurat ini menjadi modal penting bagi para Satgana dalam melakukan tugas mereka nanti saat membantu korban ketika terjadi bencana,” jelas Abidin.

Dalam rintangan peluncuran misalnya, para Satgana belajar tentang bagaimana melakukan evakuasi korban bencana di lokasi ketinggian dengan kemiringan peluncuran mencapai 45 derajat. Begitu juga saat melewati rintangan titian tali, para Satgana melakukan simulasi tentang bagaimana melewati daerah yang sulit dijangkau seperti jurang atau tebing yang bisa mereka temui di lokasi bencana.

“Rintangan titian tali ini mengajarkan para Satgana agar dapat menjaga keseimbangan saat mereka melewati daerah yang sulit yang seringkali mereka temui saat bencana, misalnya jurang atau tebing,” kata Abidin.

Tidak itu saja. Para Satgana juga melakukan demonstrasi rapling dengan turun dari tower menjulang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dengan bantuan tali, para Satgana melakukan simulasi mengevakuasi korban dari ketinggian dengan tandu dan menggendong korban.

Akhir demonstrasi ditandai dengan simulasi pertolongan pertama korban dengan bantuan ambulans dan ambulans PMI. Dengan cepat, tanggap, dan kompak yang merupakan motto dari relawan Satgana, mereka menangani korban luka untuk segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Pelatihan Satgana Pusat PMI ini yang berlangsung sejak 27 Mei dan berakhir pada 7 Juni ini melibatkan 92 relawan Satgana pria dan 8 relawan Satgana perempuan dari 32 provinsi se Indonesia. Mereka berlatar belakang skil dan spesialisasi di antaranya bidang air dan sanitasi, komunikasi, pertolongan pertama, evakuasi, dan ambulans udara. Diharapkan, pascapelatihan ini, para relawan Satgana PMI dapat menjalankan operasi tanggap darurat bencana dengan lebih baik, terutama dalam hal kedisiplinan dan ketahanan fisik.*




(Foto: Dokumentasi JK)


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Didi Suadi, Kepala Unit Diklat Markas Pusat PMI, Hp. 08159427922. Arifin Muh. Hadi, Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Hp. 0811943952. Email: pmi@pmi.or.id
 
History | Profile | HRD | Links | Events | Site Map | Privacy Policy
Copyright © 2005 Palang Merah Indonesia. All Rights Reserved