7/24/2012
Mengantisipasi kebutuhan darah di bulan puasa, PMI menjalankan sejumlah strategi untuk mengumpulkan stok darah selama bulan puasa dan lebaran tahun 2012. Menurut data donasi se Indonesia selama tahun 2011, selama bulan puasa terjadi penurunan stok darah dari 182.594 kantong darah per bulannya menjadi 100.427 kantong darah di bulan puasa atau penurunan sebesar 50-60%. Namun demikian, perlu juga dilihat perubahan kebutuhan darah di Rumah Sakit- Rumah Sakit oleh karena pada bulan puasa umumnya operasi-operasi yang tidak urgent juga ditunda hingga pasca lebaran.
Kelangkaan darah biasanya terjadi pada minggu terakhir di bulan puasa, dikarenakan banyaknya pendonor yang mudik atau sudah fokus dengan liburan sehingga menunda jadwal donornya untuk dilakukan pascaliburan.
“Untuk mengatasi kebutuhan darah di bulan puasa, PMI menggiatkan kegiatan donor darah dengan menggalang aksi donor darah di berbagai instansi dan komunitas, termasuk komunitas non muslim. Kita menggelar aksi donor darah di gereja, vihara, dan di sekolah-sekolah non muslim,” tegas Pengurus Pusat PMI dr. Farid Husain selaku Ketua Bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan, Rumah Sakit, dan Donor Darah dalam acara Konferensi Pers PMI Antisi[asi Kebutuhan Darah Di Bulan Puasa, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Ia manambahkan, PMI juga bekerjasama dengan berbagai masjid se-Indonesia untuk menggelar aksi donor darah di masjid-masjid pada sore hingga malam hari agar masyarakat dapat mendonorkan darah usai sholat tarawih. Unit Donor Darah (UDD) PMI di Kabupaten/Kota-pun dibuka selama 24 jam dengan memaksimalkan jumlah petugas di siang hingga malam hari.
Selain itu, Direktur Unit Donor darah Pusat (UDDP) PMI, Dr. dr. Yuyun SM. Soedarmono M. Sc juga menyampaikan beberapa tips sehat berdonor darah selama berpuasa, “Selama bulan puasa, saat sahur dianjurkan untuk mengkonsumsi air lebih banyak dari hari-hari biasa dan makan yang cukup gizinya. Berdonor darah saat bulan puasa yang terbaik adalah saat pukul 5 sore. Jangan khawatir kekurangan darah karena ketika kita berdonor darah hanya mengambil kurang dari 13% darah dari tubuh kita.”
Terkait dengan program Gerai Unit Donor Darah (UDD), PMI melakukan penyesuaian jam pelayanan donor darah menjadi siang hingga malam selama bulan puasa. Gerai UDD PMI yang biasanya dibuka pada pukul 11.00 hingga 6 sore dirubah menjadi pukul 13.00 sampai 8 malam. Hal ini dilakukan agar pendonor dapat melakukan donor darah menjelang jam buka puasa dan sehabis waktu berbuka. Gerai Donor Darah PMI berada di Mal Senayan City, Pusat Grosir Tanah Abang, dan Universitas Trisakti (Jakarta), Mal Metropolitan (Bekasi), Mal Tunjungan Plaza (Surabaya), serta Mal Mari Plaza dan Universitas Hasanuddin (Makassar).
Selama bulan puasa PMI mengoptimalkan mobil-mobil unit donor darah untuk beroperasi pada sore hingga malam hari dengan mengunjungi pusat-pusat keramaian dan menargetkan 50 kantong darah setiap harinya. Mobil unit donor darah juga telah dimobilisasi 2 minggu menjelang bulan puasa untuk jemput bola kepada pendonor sehingga pendonor lebih mudah menyumbangkan darahnya. Saat ini sudah 75 mobil unit donor darah tersebar ke UDD PMI di seluruh Indonesia. Sejak menjalankan program gerai UDD dan mobil UDD, telah terjadi peningkatan jumlah pendonor di seluruh Indonesia yang tadinya berkisar 1,3% per tahun, menjadi 8% pertahun.
Dalam waktu dekat, PMI juga akan menggelar aksi donor darah dan menargetkan 800 pendonor, bekerja sama dengan Gereja Advent, di Jalan MT Haryono, Jakarta, Minggu (29/7/2012).*
(Penulis berita: Aulia Arriani, Biro Humas Markas Pusat PMI. Editor: Ayu Andini. Foto: Dok. PMI.)
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: dr. Robby Nur Aditya, Kepala Seksi Donor Darah dan Informasi Unit Donor Darah Pusat (UDDP) PMI, Hp.081328889810. Kontak Media: Aulia Arriani, Staf Humas Markas Pusat PMI, Hp .0816795379.
|