Indonesia | English
       
Publications
Search
Home | Activities | Donation | Publications | News | FAQ | Gallery | Contact Us
LOMBA MENGGAMBAR
KISAH
KAMPANYE CEGAH FLU
KAMPANYE GLOBAL: DUNIA KITA. AKSI ANDA.
TEROPONG
PROFIL PMI DAERAH
BUKU PEDOMAN
BULETIN/MAJALAH
NEWSLETTER
AUDIO VIDEO
PMI, Palang Merah Belanda, dan 3FM Bekerjasama Dalam Pembuatan Film Malaria
Film tentang Malaria diproduksi oleh PMI dan bekerjasama dengan Palang Merah Belanda dengan melibatkan 3FM yang merupakan salah satu radio terbesar di Belanda. Proses produksi film berlangsung dari 11 hingga 14 November 2009 dengan mengambil lokasi di Belitung.  Tema Malaria adalah satu tema menjadi fokus utama di Belanda dalam kegiatan penggalangan  dana program mereka yang biasa dilakukan akhir tahun . Program ini bernama Serious Request (SR).
Selain Indonesia, negara lain di Afrika  juga menjadi bagian dalam film ini. “Sebelum kita datang ke Indonesia sekarang, kita sudah mengambil gambar tentang Malaria di Burkina Faso, Afrika, yang nantinya akan dikompilasi dengan gambar yang kita dapat dari Indonesia ini," jelas Sebastian Kraaijeveld, staf Palang Merah Belanda (Netherlands Red Cross /NLRC) yang mendampingi kru film dari Belanda.
Terkait wabah Malaria di Indonesia, dr. Lita Sarana, Kepala Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan Markas Pusat PMI menjelaskan, “Hingga   akhir Desember 2009, kerugian akibat Malaria yang dialami Indonesia mencapai angka Rp. 3,3 Triliun. Belum lagi diperparah dengan kondisi hampir 80% wilayah Indonesia merupakan daerah potensial untuk kasus Malaria yang bisa menjadi Endemi.”
Secara  geografis, sebagian besar wilayah Belitung adalah hutan bakau dan rawa-rawa yang merupakan sarang berkembang biak potensial bagi nyamuk Anopheles. Lokasi ini berdekatannya dengan pemukiman warga . Masyarakat Belitung harus ekstra hati-hati bila tidak ingin terserang Malaria.
 
“Tidak hanya itu, banyaknya penambang timah yang menggali tanah tanpa ditimbun kembali. Ini juga menjadi masalah serius, karena apabila hujan, itu bisa menjadikan sarang nyamuk, karena Anopeles tidak bisa berkembang biak sepeti nyamuk Dengue di air bersih, justru di lingkungan yang kotorlah nyamuk Anophels dapat berkembang biak,” ujar Itianasari, Staf Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan  Markas Pusat PMI.
Film Untuk Penggalangan Dana
Film yang berdurasi sekitar 30 menit ini, rencananya akan diputar dalam acara Serious Request dan diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam pengambilan dana di Belanda, yang digelar selama 16 hingga 24 Desember 2009 mendatang. Cerita dalam film banyak menggambarkan bagaimana Malaria menyebabkan kematian dan merubah jalan hidup seseorang.
Seperti cerita Ibu Soleha, warga desa Juru Seberang yang ditinggalkan dua anaknya yang merupakan tulang Punggung keluarga, “Saat anak saya yang kedua meninggal karena sakit Malaria, anak saya yang ketiga harus berhenti sekolah kelas 2 SMP. Selain itu, saya hanya istri tua karena suami saya menikah lagi.”
Film ini juga diselingi dengan gambaran kebiasaan masyarakat Belitung yang selalu pergi ke dukun tradisional apabila gejala Malaria mereka kambuh. Pengobatan tradisional dilakukan dengan cara meminum batang Terongali dan daun Sambirotoyang dicampur dengan air panas.
Rodiah, warga Desa Juru Seberang yang seluruh keluarganya pernah terjangkit Malaria yang menanam Sambiroto di Pot di samping rumahnya, “Biasanya saya minum Sambiroto ini apabila gejala Malaria ini mulai muncul seperti menggigil atau kepala saya mengalami pusing hebat, biasanya saya menggunakan 3 sampai 7 daun untuk dicampur dengan air panas, dan biasanya setelah saya minum rutin pagi dan sore selama 5 hari panas saya turun dan pusing saya hilang.”
Dalam film ini juga akan diperlihatkan aktifitas keseharian dari Bobby, seorang Nelayan dan Ari Irawan, seorang penambang timah yang terus bekerja dengan risiko kehilangan nyawa jika penyakit Malaria yang mereka derita itu, kambuh kembali.
PMI Cabang Belitung telah melakukan kampanye pencegahan Malaria sekitar tahun 2008 melalui program kampanye kelambu Malaria dengan melibatkan Relawan Kesehatan Desa (RKD) di desa Tanjung Bina, Juru Seberang dan  serta 7 desa lainnya di Belitung. Sebagian desa ini juga menjadi bagian yang didokumentasikan dalam film. 
Kini, kegiatan monitoring sedang dilakukan oleh para RKD termasuk pembagian dan pemasangan kelambu yang difokuskan kepada Ibu hamil serta Balita, berjalan hingga November 2009 dan telah memasuki tahap ketiga. *

 

(Dok. Foto Oleh Anggun Permana, Staf Humas Markas Pusat PMI)

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : dr. Lita Sarana, Kepala Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan, Markas Pusat PMI, Telp. 021-7992325 Ext. 224 atau Istianasari, Staf Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan, Markas Pusat PMI, Telp. 021-7992325 Ext.204 


 
History | Profile | HRD | Links | Events | Site Map | Privacy Policy
Copyright © 2005 Palang Merah Indonesia. All Rights Reserved