Menu

 

A Member Of 

Paska Gempa Pidie, PMI Masih Lakukan Giat Pemulihan Featured

Meureudu – Paska gempa yang melanda Pidie Jaya , Aceh 7 Desember 2016 silam, Palang Merah Indonesia (PMI) masih melakukan kegiatan pemulihan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (22/4). Kegiatan pemulihan PMI ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu pemulihan mata pencaharian, hunian, dan air dan sanitasi melalui program bantuan berbasis tunai atau Cash Transfer Program (CTP).

Melalui program CTP, PMI akan menyalurkan bantuan dana untuk membantu memulihkan mata pencaharian masyarakat yang tertimpa gempa kepada 500 Kepala Keluarga (KK) di 54 desa di 5 kecamatan, yaitu Bandar Dua, Bandar Baru, Meureudu, Panteraja dan Tringgadeng. Dana bantuan senilai Rp. 2,730,000 per KK akan dipergunakan untuk penyedian kebutuhan dasar dan peralatan untuk menunjang kegiatan mata pencaharian masyarakat.

Selanjutnya, bantuan CTP untuk hunian/ tempat tinggal akan disalurkan kepada 500 KK di 26 desa di 5 kecamatan, yang terdiri dari Bandar Baru, Tringgadeng, Ulim, Meureudu dan Panteraja. Bantuan ini menyediakan dana senilai Rp. 4,550,000 per KK yang akan dipergunakan untuk penyediaan peralatan pertukangan untuk memperbaiki rumah masyarakat yang roboh atau rusak berat.

Dalam bantuan CTP untuk air dan sanitasi akan diperuntukan bagi 700 KK di 39 desa di 5 kecamatan, yaitu Meurah Dua, Bandar baru, Ulim, Panteraja dan Meureudu. Dukungan air dan sanitasi senilai Rp. 910,000 per KK akan membantu warga dalam penyediaan akses terhadap air besih dan memperbaiki saluran air yang rusak akibat gempa.

Sebelum penyaluran bantuan CTP ini dimulai, PMI sudah melakukan penilaian kebutuhan di desa-desa yang terdampak gempa agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Bantuan akan diperuntukkan bagi masyarakat yang tertimpa gempa dengan kondisi rumah roboh atau rusak berat untuk bantuan pemulihan mata pencaharian dan hunian. Namun untuk bantuan air dan sanitasi akan disalurkan kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Dukungan CTP ini juga memprioritaskan kelompok rentan, yaitu KK yang memiliki wanita hamil, wanita menyusui, balita, lanjut usia, orang berkebutuhan khusus, dan KK yang dikepalai oleh wanita.

“Program bantuan CTP ini adalah bentuk komitmen dari PMI untuk membantu warga yang tertimpa bencana gempa akhir tahun lalu dan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ketua PMI Kabupaten Pidie Jaya, Fakhruzzaman Hasballah.

“Hingga saat ini kami sudah menurunkan sekitar 397 relawan ke lapangan untuk menyalurkan berbagai jenis bantuan kepada masyarakat mulai dari masa tanggap darurat gempa.” imbuhnya.

Selain tiga bantuan utama program CTP ini, PMI juga menyalurkan dukungan psikososial, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, distribusi air, dan program pengurangan risiko bencana ke masyarakat yang terdampak gempa dan masyarakat luas. Operasi pemulihan ini dilaksanakan sebagai lanjutan dari bantuan tanggap darurat bencana gempa di Kabupaten Pidie Jaya. Selama tanggap darurat bencana gempa Pidie Jaya, PMI telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di 89 desa berupa 5.596.050 liter air bersih, 2.827 pasien mendapatkan pelayanan mobile clinic, 17 operasi ortopedik, 2.575 warga mendapatkan bantuan psikologi, menyalurkan bantuan 35 kursi roda, 100 kruk, 50 tongkat, 30 walker, serta 120 arm sling untuk kalangan disabilitas, 1.000 hygiene kit, 2.400 family kit, 500 baby kit, 3.700 terpal, 1.000 selimut, 100 tenda keluarga, dan 9.000 matras.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Nasruddin, Humas PMI Kabupaten Pidie Jaya, Hp: 081360720834

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id