Menu

 

A Member Of 

Tetap Mengingat Pencipta Meski Bencana Melanda Featured

Kurniah, yang tidak lain ibu dari Pasutri Sukia dan Surnawati tetap percaya akan kuasa Tuhan, diatas bumi yang dahulu menjadi tempatnya bersenda gurau ia panjatkan doa pada yang kuasa. Beralaskan sajadah dan balutan kusam mukenah yang ia kenakan Kurniah masih tetap bersujud.
 
Musibah Tsunami yang menerjang ribuan jiwa di Provinsi Banten dan Lampung membuat kepedihan mendalam bagi warga Indonesia khususnya Banten dan Lampung, bagaimana tidak terjangan air di perairan Sunda itu meluluhlantahkan ratusan rumah warga.
 
Tak terkecuali rumah sederhana milik Pasutri Sukia dan Surnawati, bangunan semi permanen yang telah dibangun puluhan tahun ini rata dengan tanah. Lokasi yang tepat berada di pesisir pantai membuat rumah Sukia dan beberapa semua rumah yang ada di sekitar hancur diterjang ombak.
 
“Saya sedang sendiri saat itu dirumah. Seketika gemuruh air terdengar dan juga teriakan warga, saya keluar dan langsung lari ke bukit belakang,” ungkap dia saat dijumpai di reruntuhan bangunan rumahnya, Senin (31/12/2018).
 
Tidak adanya imbauan maupun peringatan, kata Sukia, membuat seluruh masyarakat berhamburan. Kala itu tepatnya sabtu, (22/12/2018) Isak tangis dan linangan air mata menyelimuti kediaman Sukia di Cikujang, Kampung Cikadu, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
 
“Tiga anak dan suami saya entah dimana saat itu. Saya hanya bisa nangis dan berdoa untuk keselamatan mereka,” ucapnya.
 
Sehari berlalu, debaran jantung masih amat terasa menyelimuti jiwa, rasa takut akan tsunami susulan masih menghantui. Selain itu saat ini sejauh mata memandang hanya terlihat runtuhan puing dan material yang berserakan tersisa.
 
Namun demikian tak ada harapan yang lebih besar dari apapun selain memanjatkan doa dan doa. Kurniah, yang tidak lain ibu dari Pasutri Sukia dan Surnawati tetap percaya akan kuasa Tuhan, diatas bumi yang dahulu menjadi tempatnya bersenda gurau ia panjatkan doa pada yang kuasa. Beralaskan sajadah dan balutan kusam mukenah yang ia kenakan Kurniah masih tetap bersujud.
 
“Kami tidak bisa apa apa lagi selain berdoa. Rumah kami hancur, kami hanya orang kecil yang mengais rejeki dari berkebun,” ucap Kurniah pada relawan Posko Cikadu yang menyinggahi lahannya.
 
Ia menceritakan 3 hari setelah tsunami menerjang kediamannya, dirinya hanya bisa bersyukur meski tak memiliki tempat untuk ditinggali kembali, pasalnya ketiga cucu dan anaknya yang kala itu terpisah telah ditemukan dalam keadaan selamat.
 
“Kalau untuk tempat tinggal kami bisa tinggal sementara di posko masyarakat yang ada di atas bukit itu. Tidak ada hal lain yang membuat saya bersyukur selain berterimakasih pada Allah atas keselamatan keluarga kami, saya juga berduka buat 2 orang tetangga kami yang tidak selamat pada insiden itu,” ucapnya.
 
Meski Tsunami telah berakhir, rasa takut akan bangunnya anak Gunung Krakatau masih membuat pilu masyarakat di desa tersebut. Saat ini Kurniah mengaku 5 rumah yang berada di sekitar rumahnya tak ada yang utuh dan rata dengan tanah, dengan begitu tiada pilihan lain selain menyinggahi rumah saudara ataupun posko yang telah ada.
 
Selain itu benda dan harta yang telah ia kumpulkan dengan jerih payah selama ini tak ada lagi yang tersisa, ia mengaku saat ini hanya bisa mengharapkan uluran tangan dari para relawan yang mengirim bantuan dan juga donasi.
 
“Untuk makan Alhamdulillah kami selalu dikirim sama relawan di Posko Cikadu. Tapi kami juga butuh tempat tinggal, kami berharap Pemerintah bisa lebih memikirkan kami kedepannya,” tukasnya.
 
Hingga saat ini desa yang dulunya menjadi banyak tujuan wisata akan keindahannya kini hanya terlihat seperti desa mati tanpa penghuni. Sementara itu ratusan armada darat lululalang melaju untuk membawa donasi ke wilayah terdampak tsunami. 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

168902