Menu

 

A Member Of 

Simulasi Kesiapsiagaan PMI dalam Menghadapi PEMILU 2019

Jakarta (25/3) – Konflik Sosial merupakan bagian dari bencana sosial, termasuk aksi teror/sabotase. Konflik sosial dimaknai sebagai suatu kondisi dimana terjadi huru-hara/kerusuhan atau perang atau keadaan yang tidak aman di suatu daerah tertentu yang melibatkan lapisan masyarakat, golongan, suku, ataupun organisasi tertentu. Indonesia pada tahun ini menyelenggarakan perhelatan besar PEMILU (Pemilihan Umum) Presiden/Wakil Presiden RI, DPD. Potensi konflik dapat muncul karena berbagai sebab antara lain; penyelesaian kasus hukum yang tidak transparan dan tidak adil, perebutan sumber daya alam, masalah sengketa lahan, masalah budaya, SARA, ketidakadilan, ketimpangan sosial atau pun kebijakan yang tidak mendukung politik.

Palang Merah Indonesia sebagai perhimpunan/organisasi yang bertujuan meringankan beban penderitaan sesama manusia dengan tidak membedakan agama, suku, bangsa, golongan, warna kulit, dan jenis kelamin, sampai saat ini masih terus membantu pemerintah dalam meringankan penderitaan masyarakat yang terkena musibah maupun bencana.

Read more...

PMI dan ANTAM berikan Dukungan Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial bagi Pendonor Darah Sukarela 100 Kali

Acara Penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali akan kembali diselenggarakan. Kegiatan rutin diadakan setiap tahun ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pendonor yang sudah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali secara sukarela. Kali ini sebanyak 840 pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya 100 kali mendapatkan penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Pemerintah RI. Penghargaan tersebut dilakukan di Jakarta pada Sabtu, 26 Januari 2019.   
 
Penghargaan yang diberikan kepada 840 pendonor darah sukarela 100 kali terdiri dari 826 pria dan 16 perempuan. Pendonor dengan usia tertua berusia 75 tahun yaitu FX Sudaryanto dari DKI Jakarta, pendonor termuda berusia 40 tahun yaitu Nico Samuel dari Banten dan pendonor darah 100 kali termuda apheresis berusia 29 tahun yaitu Agung Satriyo. Sementara pendonor terbanyak sebanyak 143 kali yaitu Syahroni berusia 61 tahun dari DKI Jakarta. Provinsi Jawa Timur mengirimkan pendonor darah 100 kali terbanyak yaitu sebanyak 353 orang.  
 
Read more...

PMI Respon Gempa dan Tsunami yang melanda Banten dan Lampung

Akibat gelombang Tsunami setinggi 4 meter yang melanda sejumlah pantai di wilayah Kab Pandeglang, Kab Serang dan Wilayah Kab. Lampung Selatan, pada Sabtu (22/12) 2018, Palang Merah Indonesia (PMI) memobilisasi sebanyak 120 personel Sukarelawan di wilayah Banten serta memobilisasi 6 unit ambulans. Sementara di wilayah Lampung Selatan, PMI memobilisasi 15 personil sukarelawan untuk membantu upaya evakuasi warga yang terdampak  akibat terjangan Tsunami.
 
Menurut Ridwan Sobri Carman, Kepala Sub Tanggap Darurat, Markas Pusat PMI mengatakan, saat ini banyak warga yang masih mengungsi di wilayah perbukitan di Cikaduan, di wilayah dekat Pantai Tanjung Lesung.
Read more...

PMI Kirim Bantuan Logistik Tambahan ke Palu dan Donggala

Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mengirimkan bantuan logistiknya untuk membantu penanganan tanggap darurat pasca Gempa dan Tsunami di sejumlah lokasi yang terdampak di sulawesi tengah.
 
"Langkah ini dilakukan sesuai arahan Pak jusup kalla sebagi ketua umum PMI, beliau telah memerintahkan kepada segenap jajaran sumber daya PMI untuk terus mendukung upaya dalam penanganan bantuan para korban yang terdampak dalam membantu proses tanggap darurat disana," kata Kepala Biro Sarana dan Prasarana Markas Pusat PMI Tia Kurniawan.
Read more...

Organisasi PMI Merupakan Lembaga Terdepan Dalam Hal Kemanusiaan

Purwakarta - Tujuh puluh tiga tahun sudah Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri dan selalu menjadi garda terdepan dalam berbagai masalah kemanusiaan mulai dari bencana alam, penanggulangan penyakit hingga penanganan konflik yang terjadi di negara ini.

Pada kesemapatan tersebut Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita membuka langsung pelaksanaan Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional 2018 yang diselanggarakan di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, PMI mewakili berbagai macam terkait kemanusiaan. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh relawan yang telah mengabdikan diri untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa mengenal pamrih.

Bantuan yang diberikan pun tidak mengenal suku, agama, ras hingga sudut pandang politik tetapi lebih mengedepankan berbagai prinsip kemanusiaan yang sama.

Melalui Temu Karya Relawan PMI, yang diikuti sekitar 5 ribu relawan tersebut, dan juga refleksi Hari Jadi ke-73 PMI akan banyak pembelajaran yang didapat oleh seluruh relawan yang datang dari 34 provinsi di Indonesia.

Apalagi kegiatan ini pun diikuti oleh lembaga palang merah dari berbagai negara sahabat baik dari Benua Asia, Eropa maupun Amerika.

Lebih lanjut Mensos menyebutkan ada tiga kegiatan utama dalam TKRN 2018 tersebut seperti Temu. Di mana seluruh relawan akan melakukan lokakarya kepalangmerahan, penggunaan sosial media dalam pencitraan organisasi, kewirausahaan. Kemudian pertemuan relawan nasional hingga relawan lintas negara

Selanjutnya, untuk pengembangan kapasitas dan karya para peserta akan bekerja dan berkarya dengan masyarakat, penduli lingkungan DAS Citarum, peduli kesehatan dan  simulasi tanggap bencana.

Sementara di kegiatan persahabatan setiap relawan akan mengadakan workshop, permainan bersahabat, pentas seni budaya, bazaar budaya, piknik persahabatan hingga parade budaya.

"TKRN ini bukan untuk mencari yang terbaik, karena seluruh relawan PMI merupakan yang terbaik. Tetapi dengan adanya kegiatan ini harus diambil maknanya dan berbagai pembelajaran karena akan adanya tukar informasi dari seluruh relawan," kata Agus.

Sementara, Plh Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita mengatakan TKRN 2018 menjadi momentum untuk meninjau kembali posisi tentang peranan PMI dalam membantu pemerintah yang berdasarkan UU nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

"Kegiatan ini merupakan pembinaan untuk relawan, pendidikan dan pelatihan dan penyebarluasan informasi kepalangmerahan," paparnya.

Ke depannya PMI dengan adanya TKRN ini bisa menumbuhkembangkan jiwa kemanusiaan dan patriotisme relawan karena saat ini masalah kemanusiaan semakin kompleks yang mencakup masalah kemiskinan, penyakit, kekerasan, migrasi, diskriminasi, perubahan iklim bencana dan lain-lain.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta 2 serta PT. Beiersdorf Indonesia (Hansaplast dan Nivea), Net TV, Trijaya FM, serta PT Mulia Mega Makmur (JD Toyota).

Read more...

PMI Kembali Kehilangan Relawan Terbaiknya dalam Operasi Tanggap Darurat Gempa Lombok

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang sahabat kami, relawan terbaik kami, Afni Fastabiq Strata Utama (24 tahun), Relawan Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah yang gugur saat bertugas membantu masyarakat terdampak Gempa Lombok. Afni Fastabiq Strata Utama meninggal dunia pada Jumat, 24 Agustus pukul 07.30 WITA. Gugurnya Afni Fastabiq Strata Utama atau yang akrab disapa Tata ini menjadi kali kedua PMI kehilangan relawannya yang tengah bertugas dalam operasi tanggap darurat Gempa Lombok.
 
Tata bertugas di Lombok sejak 18 Agustus 2018 dan berabung dalam Tim WASH (Water Sanitation Hygiene) PMI untuk bertugas selama 1 bulan di Lombok. Sehari-harinya, almarhum bertugas mengantarkan air bersih dengan mengendarai kendaraan tangki air PMI untuk disalurkan ke masyarakat terdampak gempa di wilayah Lombok Utara.
 
Read more...

PLH Ketua Umum PMI Kunjungi Lokasi Gempa Lombok

Pelaksana Harian (PLH) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengunjungi lokasi pengungsian masyarakat terdampak gempa Lombok di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Senin (13/8). Kedatangan Ginandjar Kartasasmita ke Lombok untuk melihat langsung keadaan masyarakat yang terdampak gempa sekaligus melihat pelayanan PMI yang dilakukan selama operasi tanggap darurat di Lombok.  
 
“Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah mereka yang hancur akibat gempa sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI untuk masyarakat terdampak gempa,” kata Ginandjar Kartasasmita.
Read more...

Bantu Korban Gempa, GO-JEK Salurkan Bantuan Cepat Tanggap ke NTB

Lombok Utara, 9 Agustus 2018 – Guna membantu meringankan korban Gempa NTB, GO-JEK penyedia layanan on-demand terbesar di Indonesia menyalurkan bantuan cepat tanggap untuk membantu masa tanggap darurat Gempa Lombok. Bantuan cepat tanggap yang diberikan berupa kebutuhan darurat kepada Palang Merah Indonesia. GO-JEK juga mengirimkan makanan siap saji dan air bersih ke Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan TNI AU dan Kemenkominfo, sebanyak total 15 ton bantuan.

Delly Nugraha – VP Central Region GO-JEK dalam acara pemberian bantuan kepada PMI diKabupaten Lombok Utara hari ini, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian GO-JEK terhadap masyarakat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami Keluarga besar GO-JEK turut prihatin terhadap bencana gempa yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Barat. Untuk membantu meringankan beban mereka, kami mengirimkan bantuan barang-barang yang sangat diperlukan oleh para korban gempa dalam masa tanggap darurat ini. Kami berharap bantuan kami bisa dimanfaatkan oleh mereka yang terdampak dengan sebaik-baiknya,” ujar Delly.
 
Kepada PMI, GO-JEK menyerahkan 500 barang untuk kebutuhan darurat berupa terpal, matras dan selimut. Tak hanya mengirimkan bantuan, mitra-mitra GO-JEK bersama Palang Merah Indonesia juga bekerja sama untuk mendata kebutuhan warga terdampak dan menyalurkan bantuan logistik seperti obat-obatan, selimut dan matras serta mengantarkan dokter dan relawan ke daerah terdampak. “Sebelum mitra-mitra kami melakukan penyaluran, mereka akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu dari PMI terkait operasional pendataan dan briefing keselamatan. Ini untuk memastikan mitra-mitra kami bisa mengantarkan dengan selamat sampai tujuan,” kata Delly.
 
Dalam kegiatan yang sama, Sumarsono Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, mengatakan, “Kami berterima kasih pada GO-JEK yang telah membantu masyarakat terdampak gempa NTB melalui PMI. Bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian GO-JEK dalam membantu sesama. Tidak hanya membantu dalam bentuk logistik bantuan, tapi GO-JEK juga membantu PMI melalui profesi mereka yaitu transportasi bantuan sekaligus mendata kebutuhan warga.”
Selain itu, GO-JEK bersama Kemenkominfo juga telah menyerahkan bantuan makanan siap saji dan air mineral kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusumah untuk dikirimkan dan didistribusikan ke masyarakat terdampak di NTB, pada Rabu, 8 Agustus kemarin.

Farida Dwi Cahyarini, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam acara penyerahan di Lanud Halim mengapresiasi langkah GO-JEK yang bergerak cepat. “Terimakasih pada GO-JEK Indonesia yang telah berparitisipasi dalam meringankan beban saudara-saudara kita sebangsa di Lombok yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat, dan bisa dikoordinasikan untuk sampai ke pelosok-pelosok ke daerah yang sedang terisolir,” ujar Farida.
Pada kegiatan yang sama, Kolonel (Pnb) Bambang Gunarto - Komandan Wing I, Wakil Komandan Lanud Halim Perdanakusumah, mengatakan, “Saya mewakili Komandan Lanud Halim Perdanakusumah, penerima sumbangan dari GO-JEK Indonesia dan Kementerian Kominfo, siap membantu menyalurkan sesegera mungkin untuk sampai ke tujuan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh saudara-saudara yang sedang terkena dampak.”

Melalui GO-TIX, Pengguna GO-JEK Bisa Berdonasi untuk Korban Gempa NTB Para pengguna GO-JEK yang ingin membantu korban gempa NTB, bisa berdonasi melalui layanan GO-TIX yang ada di aplikasi GO-JEK. Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional, pengguna GOJEK bisa berdonasi mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000 berlaku kelipatan. Layanan donasi ini dibuka mulai tanggal 8 Agustus hingga 15 Agustus mendatang.

“Dengan adanya layanan donasi online di GO-TIX, kami berharap para pengguna bisa dengan mudah bila ingin menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat Lombok. Semua dana yang terkumpul akan disalurkan oleh Baznas untuk membangun kembali Lombok,” tutup Delly.
Read more...

PMI Buka Rekening Donasi Gempa NTB

Untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa yang melanda wilayah Lombok Timur, Provinsi NTB pada (29/07) 2018. Palang Merah Indonesia (PMI) membuka rekening donasi bagi masyarakat Indonesia yang ingin berpartisipasi untuk membantu.
 
Menurut Kepala Sub Tanggap Darurat PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menjelaskan, PMI membuka rekening donasi untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuan akibat gempa 6,4 skala Richter yang melanda wilayah Lombok Timur, Provinsi NTB.
Read more...

PMI Bersama dengan USAID dan IFRC Luncurkan program kesiapsiagaan Pandemi 

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penyakit berpotensi KLB dan Wabah/Epidemi. Sejak tahun 2003 hingga saat ini, WHO mencatat kasus Flu Burung A H5N1 sebanyak 859 kasus konfirmasi dengan 453 kematian yang tersebar di beberapa negara di antaranya adalah Azerbaijan, Bangladeh, China, Djibouti, Indonesia, India, Iraq, Kamboja, Nigeria, Pakistan, Thailand, Turki, Vietnam, Laos PDR, dan Myanmar.
 
Di Indonesia, Kasus Flu Burung atau Avian Influenza (A H5N1) pada manusia mulai menyebar sejak tahun 2005. Jumlah kasus yang dilaporkan dari Juni 2005 s.d. Desember 2016 sebanyak 199 kasus dengan 167 kematian. Kasus tersebar di 15 provinsi dan 58 Kabupaten/Kota. Beberapa kasus di antaranya merupakan kluster, namun hingga saat ini penularan masih terjadi dari unggas ke manusia. Kasus konfirmasi terakhir (sebelum kasus ke-200 di Klungkung Bali) adalah kasus cluster pada Maret 2015 di Kota Tangerang, Banten.
Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

140309