Menu

 

A Member Of 

Ribuan Sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Se-Indonesia Desak DPR Sahkan RUU Kepalangmerahan

Bogor - Sekitar 1500 Sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI yang hadir dalam TEMU SIBAT PMI NASIONAL Ke II yang berlangsung di Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mendeklarasikan desakan kepada Pemerintah dan DPR untuk sehera mengesahkan Rancangan Undang Undang Kepalangmerahan yang telah bertahun tahun masih berada dalam godokan DPR.
 
Bagi para sukarelawan SIBAT PMI, adanya Undang Undang Kepalangmerahan adalah salah satu bukti kehadiran negara dalam melindungi para pelaku gerakan kemanusiaan. Dari 169 negara yang meratifikasi konvensi Jenewa, hanya 2 negara yaitu Indonesia dan Laos yang memiliki Undang undang tersebut., hal ini jelas merupakan kelambatan negara dalam menjalankan amanah Undang Undang Dasar yang menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia yang salah satunya dengan berdasar pada kemanusiaan.
Read more...

1 Milyar Orang akan Terhubung Potensinya dalam Ketahanan Bencana 2020

Bogor -  Dalam beberapa dekade terakhir, kebutuhan kemanusiaan bertambah besar, jumlah jiwa yang membutuhkan bantuan kemanusiaan meningkat tiga kali lipat, sehingga kebutuhan dana untuk memberikan bantuan kemanusiaan membanjir hingga 6 kali lipat. Dengan meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan Organisasi organisasi kemanusiaan kerapkali mengalami kesulitan untuk bergerak sendiri dan tidak dapat memberikan pelayanan optimal.

Keadaan tersebut memicu pemikiran untuk penyatuaan potensi dari banyak pihak dalam gerakan kemanusiaan, hingga akhirnya pada saat dilakukan World Economic Forum pada tahun 2016, Federasi Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) bersama UNICEF, dan WFP dengan dukungan dari Rockerfeller Foundation dan Zurich Insurance menginisiasi ajakan untuk perubahan pandangan dalam pendekatan bantuan kemanusiaan tersebut.

Read more...

BNPB: Sukarelawan Sibat PMI Agen Kesiapsiagaan Bencana Masyarakat

Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia, adalah agen-agen kesiapsiagaan bencana di lingkungan masyarakat. Sukarelawan SIBAT seharusnya bisa menstimulus warga lingkungan sekitarnya untuk lebih sadar dan siap menghadapi bencana apapun. Hal tersebut ditegaskan oleh Dr. Raditya Jati S.Si, M.Si, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, saat mengisi Dialog Tokoh dalam Temu SIBAT Nasional ke II, di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Minggu,(17/9).
 
Dr. Raditya mengungkapkan bahwa peluang utama penyelamatan bencana selalu dominan pada pertolongan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Hasil survei di Jepang, pada kejadian gempa Great Hanshin Awaji 1995, menunjukkan bahwa presentase korban selamat disebabkan oleh Diri Sendiri sebesar 35%, Anggota Keluarga 31,9 %, Teman/Tetangga 28,1%, Orang Lewat 2,60%, Tim SAR 1,70 %, dan lain-Lain 0,90%.
Read more...

PMI Gelar Temu Sibat Nasional Ke-ll Tahun 2017

Bertepatan dengan HUT Palang Merah indonesia (PMl) ke 72. Tanggal 17 September 2017, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, membuka resmi kegiatan Temu Sukarelawan Siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) PMI Tingkat nasional ll tahun 2017 di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor, Minggu.(17/9). 
 
Kegiatan ini dilaksanakan dari mulai tanggal (16-20/2017) yang dikuti lebih dari 1500 Sukarelawan Sibat PMI se-indonesia dari 17 Provinsi dan 9O Kabupaten/kota. 
 
Menurut Ginanjar Kartasasmita, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka HUT yang ke-72 Palang Merah Indonesia (PMI), Selain itu Menurutnya, rangkain temu sibat ini penting dilakukannya, karena Sibat merupakan modal sosial masyarakat di pedesaan dan menjadi garda terdepan PMl ketika terjadi bencana di wilayah mereka, serta pemberdayaan sosial di masyarakat. 
Read more...

PMI Gelar Temu Sibat Nasional Ke-ll Tahun 2017

Bertepatan dengan HUT Palang Merah indonesia (PMl) ke 72. Tanggal 17 September 2017, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, membuka resmi kegiatan Temu Sukarelawan Siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) PMI Tingkat nasional ll tahun 2017 di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor, Minggu.(17/9). 
 
Kegiatan ini dilaksanakan dari mulai tanggal (16-20/2017) yang dikuti lebih dari 1500 Sukarelawan Sibat PMI se-indonesia dari 17 Provinsi dan 9O Kabupaten/kota. 
 
Menurut Ginanjar Kartasasmita, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka HUT yang ke-72 Palang Merah Indonesia (PMI), Selain itu Menurutnya, rangkain temu sibat ini penting dilakukannya, karena Sibat merupakan modal sosial masyarakat di pedesaan dan menjadi garda terdepan PMl ketika terjadi bencana di wilayah mereka, serta pemberdayaan sosial di masyarakat. 
 
"Mereka memahami secara langsung kapasitas, kerentanan, risiko serta ancaman bencana yang ada di wilayahnya. Mereka juga motor penggerak kegiatan PMI di masyarakat,“ kata Ginandjar.
 
Tim Sibat, kata Ginandjar, dilatih oleh PMI untuk dapat melakukan kaji cepat dan mampu memberikan data atau informasi awal terkait dengan kejadian bencana alam di wilayahnya. 
 
"Mereka dilatih untuk melakukan kajian terhadap bahaya atau ancaman, kerentanan, kapasitas serta risiko dengan pendekatan partisipatif dan bersama dengan pemangku kebijakan di desa atau kelurahan." Tambah Ginandjar. 
 
PMI telah menjalankan program Pengurangan risiko terpadu berbasis masyarakat (Pertama) yang mengedepankan partisipasi masyarakat sejak 2002. Hal ini dilakukan PMI untuk membangun masyarakat tangguh bencana dengan memperhitungkan komponen-komponen terkait seperti Iingkungan dan adaptasi perubahan iklim, ketahanan pangan, mata pencarian serta inovasi-inovasi berbasis teknologi. 
 
Sementara itu, Pengurus Pusat PMI, Ketua bidang Penanggulangan Bencana, H. Sumarsono mengatakan dengan mengusung tema besar membangun ketangguhan bersama masyarakat, kegiatan ini nantinya akan dikemas sedemikian rupa dengan berbagai kegiatan melalui pembelajaran bersama seperti keterampilan hidup pengurangan resiko bencana (PRB) yang meliputi, cerita sukses dari berbagai wilayah program. 
 
"Dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan sesi Pangggung Berbagi Masyarakat Tangguh dan dimeriahkan dengan Pameran Photo dan Produk Karya Sibat dari berbagai daerah, Outbond, Simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan Pendemi, dan Latihan Gabungan 
 
(Latgab) untuk peningkatan kapasitas para sukarelawan,“ papar Sumarsono. 
 
Di kegiatan ini juga akan dihadiri dari perwakilan peserta dari Perhimpunan Palang Merah dan Bulan sabit Merah dari 5 (Lima) negara sahabat seperti Palang Merah Singapura (SRC),Palang Merah Hongkong (HKRC), Palang Merah timur Leste (CVTL), Palang Merah italia,dan Perwakilan Relawan dari Bulan Sabit Merah Malaysia.” 
 
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin M Hadi, (Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Pusat) HP 081297777755, Kontak media, Anggun HP: 085697777313.
Read more...

PMI Gelar Temu Sibat Nasional Ke-ll Tahun 2017

Bertepatan dengan HUT Palang Merah indonesia (PMl) ke 72. Tanggal 17 September 2017, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, membuka resmi kegiatan Temu Sukarelawan Siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) PMI Tingkat nasional ll tahun 2017 di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor, Minggu.(17/9). 
 
Kegiatan ini dilaksanakan dari mulai tanggal (16-20/2017) yang dikuti lebih dari 1500 Sukarelawan Sibat PMI se-indonesia dari 17 Provinsi dan 9O Kabupaten/kota. 
 
Menurut Ginanjar Kartasasmita, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka HUT yang ke-72 Palang Merah Indonesia (PMI), Selain itu Menurutnya, rangkain temu sibat ini penting dilakukannya, karena Sibat merupakan modal sosial masyarakat di pedesaan dan menjadi garda terdepan PMl ketika terjadi bencana di wilayah mereka, serta pemberdayaan sosial di masyarakat. 
 
"Mereka memahami secara langsung kapasitas, kerentanan, risiko serta ancaman bencana yang ada di wilayahnya. Mereka juga motor penggerak kegiatan PMI di masyarakat,“ kata Ginandjar.
 
Tim Sibat, kata Ginandjar, dilatih oleh PMI untuk dapat melakukan kaji cepat dan mampu memberikan data atau informasi awal terkait dengan kejadian bencana alam di wilayahnya. 
 
"Mereka dilatih untuk melakukan kajian terhadap bahaya atau ancaman, kerentanan, kapasitas serta risiko dengan pendekatan partisipatif dan bersama dengan pemangku kebijakan di desa atau kelurahan." Tambah Ginandjar. 
 
PMI telah menjalankan program Pengurangan risiko terpadu berbasis masyarakat (Pertama) yang mengedepankan partisipasi masyarakat sejak 2002. Hal ini dilakukan PMI untuk membangun masyarakat tangguh bencana dengan memperhitungkan komponen-komponen terkait seperti Iingkungan dan adaptasi perubahan iklim, ketahanan pangan, mata pencarian serta inovasi-inovasi berbasis teknologi. 
 
Sementara itu, Pengurus Pusat PMI, Ketua bidang Penanggulangan Bencana, H. Sumarsono mengatakan dengan mengusung tema besar membangun ketangguhan bersama masyarakat, kegiatan ini nantinya akan dikemas sedemikian rupa dengan berbagai kegiatan melalui pembelajaran bersama seperti keterampilan hidup pengurangan resiko bencana (PRB) yang meliputi, cerita sukses dari berbagai wilayah program. 
 
"Dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan sesi Pangggung Berbagi Masyarakat Tangguh dan dimeriahkan dengan Pameran Photo dan Produk Karya Sibat dari berbagai daerah, Outbond, Simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan Pendemi, dan Latihan Gabungan 
 
(Latgab) untuk peningkatan kapasitas para sukarelawan,“ papar Sumarsono. 
 
Di kegiatan ini juga akan dihadiri dari perwakilan peserta dari Perhimpunan Palang Merah dan Bulan sabit Merah dari 5 (Lima) negara sahabat seperti Palang Merah Singapura (SRC),Palang Merah Hongkong (HKRC), Palang Merah timur Leste (CVTL), Palang Merah italia,dan Perwakilan Relawan dari Bulan Sabit Merah Malaysia.” 
 
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin M Hadi, (Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Pusat) HP 081297777755, Kontak media, Anggun HP: 085697777313.
Read more...

PMI dan Hansaplast Rayakan Hari Pertolongan Pertama Sedunia 2017 dengan Membagikan 10.000 Mini Kit P3K di 6 Kota di Indonesia

Jakarta, 10 September 2017 – Palang Merah Indonesia (PMI) dan Hansaplast, brand plaster luka nomor 1 di Indonesia merayakan Peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia 2017 di area Car Free Day, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Rangkaian acara diisi dengan parade oleh peserta Aksi Siaga Hansaplast (murid-murid sekolah dasar yang telah mendapat edukasi mengenai P3K), masyarakat umum, dan sukarelawan PMI yang berkeliling area Car Free Day; senam aerobik massal; pembagian dompet P3K; dan edukasi singkat berupa demo pertolongan pertama yang meliputi penanganan kaki terkilir, luka bakar, pingsan, dan kejang.

Setiawan Saputra, Marketing Manager Hansaplast, PT Beiersdorf Indonesia, mengatakan, “Peringatan hari Pertolongan Pertama Sedunia 2017 ini adalah kedua kalinya sejak tahun 2016, yang merupakan wujud kepedulian dan komitmen Hansaplast terhadap pentingnya selalu siaga P3K, karena kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan di manapun, termasuk di lingkungan terdekat seperti rumah, sekolah, tempat kerja, dan jalan raya. Bertepatan dengan momen ini, Hansaplast ingin terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong masyarakat untuk segera memiliki perlengkapan P3K dengan membagikan 10.000 dompet P3K di 6 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Malang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang.”

Read more...

PMI Mobilisasi 2000 Sukarelawan untuk Jangkau masyarakat dan Unregistered Children

Untuk membantu upaya pemerintah dalam program nasional Indonesia bebas virus campak dan rubella (Measles and Rubella atau disingkat MR), Palang Merah Indonesia (PMI) memobilisasi  1.600  Sukarelawan dari Kota Jakarta Timur; Kota Depok, Kab. Bogor, Kab dan Kota Bekasi Sukarelawan dari masyarakat yang dilatih untuk membantu kampanye MR dengan sasaran rumah tangga serta Sekolah untuk melakukan imunisasi anak usia 9 bulan sampai dengan usia di bawah 15 tahun, dan membantu pencapaian target nasional 95% anak anak usia tersebut terimunisasi MR.
 
Menurut Eka Wulan Cahyasari, Plt. Ka Divisi Kesehatan dan sosial, Markas Pusat PMI menjelaskan, pada kampanye MR ini, PMI akan memberikan dukungan teknis, PMI  akan melakukan mobilisasi sosial, edukasi, promosi, dan komunikasi kepada masyarakat di tingkat rumah tangga dan sekolah.
Read more...

Selandia Baru dan Palang Merah Indonesia: Bekerjasama untuk Kurangi jumlah korban bencana

Hari ini, Senin, 31 Juli 2017, Pemerintah Selandia Baru dan Palang Merah Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membangun 11 Gudang Logistik di wilayah Indonesia timur.

Adapun sebelas lokasi gudang tersebut adalah North Maluku, Maluku, North Sulawesi, Kepulauan Riau, North Kalimantan, West Kalimantan, Gorontalo, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, and West Papua provinces.

Read more...

PMI dan ICRC Gelar Operasi Katarak Gratis di Tual

Untuk membantu mengurangi angka prevalensi kebutaan yang terus meningkat di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan ICRC (Komite Internasional Palang Merah) kembali melakukan operasi katarak, bagi warga masyarakat di Rumah Sakit Marens-Kota Tual Provinsi Maluku, sejak (10-14/07), 2017.
 
Data menyebutkan dari tahun ke tahun jumlah penderita katarak di Indonesia terus bertambah, tercatat sekitar 240.000 orang per tahunnya. Data 2006 menunjukan di Indonesia sebagai Negara tertinggi di Asia penderita kebutaan dengan penyebab utama adalah katarak.
Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id