Menu

 

A Member Of 

Senang Punya Rumah Lagi, PMI Ajak Warga Lombok Bangun Hunian Sementara Featured

Widia (13) sangat senang akhirnya punya rumah baru, walaupun hanya hunian sementara Widia (13) sangat senang akhirnya punya rumah baru, walaupun hanya hunian sementara
“Senangnya, Akhirnya kami punya rumah lagi,” Begitulah seru Widia saat rumah hunian sementaranya selesai dibangun pada Sabtu lalu (25/8/2018).
 
Gadis kecil warga dusun Kebon Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan ini harus tidur beratapkan langit setelah gempa mengguncang Lombok. Kala itu, Widia yang tak lagi memiliki orang tua, telah selesai menunaikan sholat Isya di Masjid besama Kakek dan Neneknya. Tiba-tiba gempa pun terjadi. Ia bersama Kakek dan Neneknya lari dan terpaksa mengungsi di pos 1 Kayangan.“Berhari-hari kita tinggal di pos Kayangan, disini bersama warga-warga lainnya, tidur seadanya, yang penting aman,” Cerita nenek Widia, Sahmun (50).
 
Tiga minggu lamanya berada di pengungsian, tak membuat semangat mereka meredup. Hidup yang harus terus dijalani, membuat Sahmun dan suaminya Marwan (60) ingin membangun kembali rumahnya yang telah runtuh akibat gempa. Berbekal bantuan terpal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Marwan bersama tim hunian PMI membangun hunian sementara yang lebih layak untuk mereka huni.
 
“Ahamdulilah kemarin di tenda itu bersama warga lainnya. Sekarang di satu rumah bisa tidur bertiga. Ya… walaupun masih merasa trauma. Tapi sudah lebih nyaman tinggal di rumah sementara.” Tutur Sahmun. 
 
Ony, Kordinator Shelter PMI dalam respon gempa Lombok ini mengatakan sebagian besar warga masih berada dipenampungan sementara bersama warga dari desa lainnya. Beberapa diantaranya telah secara mandiri membeli terpal untuk membangun hunian, namun hunian tersebut masih belum layak huni. Melihat hal tersebut, PMI membantu membuat prototype hunian yang layak huni untuk warga.
 
“Kami mengajak warga untuk terlibat aktif dalam pembuatan prototype hunian sementara ini. Ini dimaksudkan agar warga juga dapat membangun hunian sementara miliknya secara mandiri,” Terangnya.
 
Lanjutnya, berbekal 3 buah tepal dan kerangka dari kayu atau bambu sisa reruntuhan rumah, hunian berukuran 6x3 = 18 m2  ini dapat menampung sebanyak 4 sampai 5 orang anggota keluarga. 
 
“Hingga kini (29/8), sebanyak 900 hunian sementara telah berdiri tegap dan siap dihuni warga. Kami menargetkan ada 20ribu hunian sementara yang layak dapat dibangun. Kalau layak, kan enak, nyaman, sambil menanti rumah mereka kembali dibangun.” Tuturnya.
 
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Ony, Kordinator shelter PMI dalam respon gempa Lombok, Hp: 082139092667 atau Aulia Arriani, Humas PMI Pusat, Hp: 0816795379

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

168903