Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Ribuan Sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Se-Indonesia Desak DPR Sahkan RUU Kepalangmerahan

Bogor - Sekitar 1500 Sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI yang hadir dalam TEMU SIBAT PMI NASIONAL Ke II yang berlangsung di Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mendeklarasikan desakan kepada Pemerintah dan DPR untuk sehera mengesahkan Rancangan Undang Undang Kepalangmerahan yang telah bertahun tahun masih berada dalam godokan DPR.
 
Bagi para sukarelawan SIBAT PMI, adanya Undang Undang Kepalangmerahan adalah salah satu bukti kehadiran negara dalam melindungi para pelaku gerakan kemanusiaan. Dari 169 negara yang meratifikasi konvensi Jenewa, hanya 2 negara yaitu Indonesia dan Laos yang memiliki Undang undang tersebut., hal ini jelas merupakan kelambatan negara dalam menjalankan amanah Undang Undang Dasar yang menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia yang salah satunya dengan berdasar pada kemanusiaan.

Forum Sibat : Bersahabat Dengan Bengawan Solo

Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa, yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan panjang mencapai 700 kilometer dan membentang di 29 kab-kota.
 
Tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) Palang Merah Indonesia (PMI) di sepanjang DAS-BS (Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo) berkomitmen untuk mengurangi dampak bencana banjir dengan merawat dan melestarikan sungai. Melalui Temu Sibat Nasional II di Gunung Pancar – Bogor ini, terbentuk Forum Sibat Bengawan Solo (FORSBES).

Vertiminaponik Solusi Ketahanan Pangan

Kota Surakarta yang dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo menjadi wilayah program Community Flood Recilience (CFR) kerjasama dengan Zurich Insurance yang menitikberatkan pada pembentukan masyarakat tangguh banjir.
 
Vertiminaponik merupakan teknik mengabungkan antara bercocok tanam organik dengan budidaya ikan di dalam satu tempat. Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan PMI meningkatkan ketahanan pangan warga di daerah rawan banjir dengan memanfaatkan keterbatasan lahan.

Tanam Mangrove, Panen Kepiting

Pengurangan risiko bencana dan dampak perubahan iklim di wilayah pesisir, menjadi salah satu tugas yang diemban PMI. Kabupaten Demak, menjadi wilayah program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) kerjasama ARC (American Red Cross – Palang Merah Amerika) dan OFDA-USAID.
 
Mangrove, menjadi salah satu pengembangan yang dilakukan oleh sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di Desa Berahan Wetan, Desa Babalan, Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. Program sejak 2015 hingga saat ini telah menanam lebih dari 125.000 batang mangrove.
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id