JANGKAU MASYARAKAT LUAS, PMI SEDIAKAN HOTLINE COVID-19

Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan sambungan telepon (hotline) 24 jam setiap hari untuk meningkatkan pelayanan dan pelibatan masyarakat seputar COVID-19 seperti keluhan, saran, permintaan serta pertanyaan dari masyarakat. PMI juga menerima permohonan pelayanan via hotline tersebut. Layanan ini tersedia di Markas PMI Pusat dan daerah.

Tidak kurang dari 700 masukan diterima PMI melalui hotline PMI selama pandemi. Masukan atau feedback seperti pertanyaan atau keluhan ini direspons PMI hingga tuntas. Staf Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas PMI Muhammad Infaqi Junaedi menjelaskan, selain melayani pertanyaan dan permohonan layanan, selama pandemi, pihaknya juga melayani dukungan psikososial untuk masyarakat.

“Seperti konsultasi, tapi ini pertolongan pertama saja pada psikososial. Untuk lanjutan, kami rujuk ke ahli,” jelasnya.

Tidak hanya melalui telepon, masukan dari masyarakat juga dilayani PMI melalui sejumlah akun media sosialnya. Untuk di Twitter, misalnya, masyarakat yang membutuhkan layanan PMI bisa menyampaikannya dengan menyertakan (mention) @palangmerah dengan tanda pagar #TanyaPMI. Sementara di Instagram, layanan ini bisa diakses dengan cara berpesan langsung (direct message).

Lebih lanjut, Juna sapaan akrabnya menyebut layanan yang bisa diminta melalui hotline antara lain disinfeksi, dukungan psikososial, serta layanan donasi.  Hotline juga, sambung Juna, bisa digunakan untuk menyampaikan pertanyaan seputar donasi, donor darah, serta layanan ambulans.

Untuk Markas Pusat, nomor hotline yang bisa diakses adalah 021-7992322. Sementara untuk di wilayah, masyarakat bisa mengaksesnya dengan nomor yang tertera di laman resmi atau aku media sosial resminya.

“Di daerah ada yang bisa terima via sms, telepon atau whatsapp.” Jelas Juna.

Meski melayani permohonan pelayanan, Juna menjelaskan, PMI akan terlebih dahulu merekomendasikan respons mandiri masyarakat. PMI juga akan menyeleksi permohonan pelayanan yang mendesak dibanding yang lainnya.

“Misalnya ada permohonan pelayanan disinfeksi, kami dahulukan agar masyarakat disinfeksi mandiri. Kemudian untuk disinfeksi, kita mendahulukan fasilitas umum,” tukasnya.

299

Leave a Reply