JELANG NEW NORMAL, PMI PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN PEGAWAI

Sejumlah upaya dilakukan agar pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) kepada masyarakat tetap beroperasi meski di tengah pandemi. Beberapa di antaranya yakni dengan memastikan kesehatan pegawai serta kebersihan Markas Pusat. Protokol kesehatan di Markas Pusat PMI pun diperketat.

Puluhan pegawai Markas Pusat PMI menjalani tes cepat (rapid test) pada Rabu (17/6/2020). Kepala Biro Umum dan Kesekretariatan PMI Pujiastuti menjelaskan, tes tersebut rutin dijalani pegawai untuk memastikan pegawai tetap sehat. PMI juga menerapkan sejumlah aturan baru bagi pegawai menyusul kebijkan pelonggoaran pembatasan di Jakarta.

“Justru, dengan kelonggaran ini bisa jadi orang abai. Jadi keselamatan kerja di era new normal ini justru kami ingin ketatkan,” katanya.

Aturan jam kerja yang diberlakuakn PMI sejak awal pandemi tetap diberlakukan. Aturan berupa pembatasan separuh pegawai yang berangkat ke kantor ini bahkan diperketat. Puji mengatakan, pegawai yang memiliki faktor penyerta atau comorfid diminta untuk dikurangi beban kerjanya atau bahkan diminta tidak berangkat ke kantor.

“Kalau diperlukan dikurangi beban kerjanya. Nanti kami sesuaikan dengan kondisi pegawai tersebut berdasarkan pendataan (assesment)Tim Poliklinik markas,” terangnya.

PMI juga membatasi lalu lalang orang luar di Markas Pusat. Sebuah tenda didirikan di halaman markas untuk menampung tamu transit. Sementara tamu tertentu dibatasi hanya boleh di lantai dasar atau lobi.

“Tamu luar juga kami batasi hanya di bawah, kami tidak mengharapkan di divisi atau biro menerima tamu di ruang kerja, gunanya untuk meminimalisasi kotak atau resiko,” kata Puji.

Puji menyebutkan, belum ada pegawai atau relawan PMI yang dinyatakan positif atau reaktif berdasarkan tes cepat. Dalam skenario terburuk, PMI telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit PMI di Bogor, Jawa Barat bilamana terdapat relawan atau pegawai dinyatakan positif.

“Belajar dari pengalaman rumah sakit bogor sendiri, kan ada beberapa petugas medis dan paramedis yang positif. Di sana ada ruang isolasi khusus yang memang digunakan untuk karyawan rumah sakit. Pasti akan berbeda secara psikologis kalau dirawat di tempat yang tidak dikenal,” tambahnya.

Saat ini, ratusan relawan yang diperbantukan di Gudang Darurat Covid-19 PMI ditempatkan di satu kawasan untuk mengurangi kontak dengan lingkungan luar. PMI juga menyediakan makan dan minum di markas demi mengurangi kontak mereka di luar.*

106

Leave a Reply