JELANG RELOKASI MIGRAN MYANMAR, PMI RAMPUNGKAN PEMBANGUNAN MCK

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe merampungkan pengerjaan sanitasi komunal bagi migran Myanmar, Kamis (9/7/2020). Sebanyak enam unit fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK) siap digunakan di penampungan sementara Balai Pelatihan Kerja (BLK) Meunasah, Mee Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe. Sejumlah 99 migran akan direlokasi ke lokasi tersebut Jumat (10/1/2020).

Kepala Markas PMI Lhokseumawe Muhammad Waly mengatakan, sebelum merampungkan faslitas MCK tersebut, PMI Lhokseumawe telah menyiapkan MCK di penampungan sementara eks Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe. Sedikitnya 5.000 liter air disalurkan setiap hari ke MCK sementara tersebut.

“Sekarang sudah siap, sebelumnya kan cuma MCK alakadarnya, Insya Allah sekarang lebih layak,” jelasnya.

Sebanyak 99 migran Myanmar yang tinggal di penampungan sementara telah menerima sejumlah bantuan dan layanan. PMI bersama sejumlah organisasi kemanusiaan dan aparat setempat menghimpun bantuan dari berbagai pihak untuk mencukupi kebutuhan sementara para migran selama beberapa bulan ke depan.

Tercatat sudah 15 hari migran Myamar tinggal di penampungan tersebut. Selama itu, layanan kesehatan hingga pemulihan hubungan keluarga dilakukan puluhan relawan PMI. Waly mengatakan, PMI menyediakan sambungan telepon kepada para migran untuk menghubungi keluarganya di Myanmar.

“Ada 11 orang penerima manfaat RFL (Restoring Family Link) yang kami fasilitasi agar menghubungi keluarga di Myanmar,” jelasnya.

PMI Kota Lhokseumawe juga memberikan pelayanan pemulihan mental atau Psychosocial Support Programme (PSP) kepada anak-anak Migran. Pelayanan ini, dikatakan Waly, untuk menghindarkan anak dari trauma selama tersesat di kapal laut.*

159

Leave a Reply