KEBERSIHAN DAN KESEHATAN MENSTRUASI DI TENGAH PANDEMI

JAKARTA – Hari ke-28 di Mei tiba. Hari yang diperingati sebagai peringatan Hari Kebersihan Menstruasi sedunia ini jadi alarm bagi banyak pihak agar tidak menganggap remeh kesehatan dan kebersihan menstruasi.

Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia adalah seruan atau ajakan kepada wanita khususnya, dan masyarakat pada umumnya agar memperhatikan kesehatan menstruasi dan kebersihannya. Kampanye yang digalakkan organisasi pemerhati hak wanita ini ditunjukkan tidak hanya kepada wanita karena berkaitan dengan lingkungan sekitar wanita.

Bagi remaja putri di sekolah, misalnya, pengalaman pertama menstruasi mereka mesti didukung lingkungan. Mulai dari peran guru konseling sebagai pendamping, hingga ketersediaan fasilitas kesehatan untuk remaja menstruasi hendaknya diperhatikan. Pun demikian dengan pekerja perempuan, perusahaan sedianya memenuhi kebutuhan sanitasi yang baik bagi pekerja perempuan. Beberapa hal tersebut merupakan contoh perwujudan kampanye Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia.

Kampanye kesehatan menstruasi dan kebersihannya ini tetap dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) meski dalam situasi pandemi COVID-19.

Menurut Kepala Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Eka Wulan Cahyasari, upaya menjaga kebersihan dan kesehatan menstruasi ini semakin penting diperhatikan saat pandemi.

Dijelaskan, periode menstruasi acap kali berkaitan dengan kondisi emosi perempuan. Terlebih saat pandemi, saat orang diminta berdiam di rumah dan mengurangi aktivitas luar rumah, kemungkinan stress bisa berdampak pada periode menstruasi perempuan.

“Saat berdiam di rumah, konsentrasi terhadap sakit atau nyeri haid bisa lebih banyak, karena aktivitas fisik juga berkurang. Jadi distraksi sakit itu tidak tersedia saat di rumah, biasanya nyeri itu teralihkan dengan aktivitas lain,” terang praktisi kesehatan masyarakat tersebut.

Pada akhirnya, gangguan terhadap kondisi mental ini berpengaruh terhadap imunitas tubuh yang menjadi benteng terhadap virus.

Eka membeberkan beberapa tips agar kebersihan dan kesehatan menstruasi terjaga selama pandemi. Pertama adalah penerimaan. Penerimaan terhadap segala kondisi ini dinilai dapat membuat mood atau perasaan lebih tenang. Di samping itu, Eka mengatakan, upaya ini dapat membuat perempuan lebih siap menghadapi periode menstruasi.

Tips berikutnya, Eka menyarankan perempuan yang berada dalam periode menstruasi untuk relaksasi. Upaya menyegarkan pikiran ini dapat membuat pikiran lebih tenang menjalani periode menstruasi.

“Dari sisi agama pun, khususnya muslim ini dianggap bagian dari kasih sayang, karena perempuan saat di periode menstruasi mendapat prvillege libur menjalankan aktivitas ibadah tertentu, ini bisa dimanfaatkan untuk relaksasi,” kata magister ilmu psikologi ini.

Eka menambahkan, kebersihan menstruasi yang digalakkan PMI juga menyangkut kebersihan saat terjadi bencana. PMI terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sanitasi serta kebrsihan diri meski dalam kondisi bencana.

“Yang menjadi tantangan juga adalah saat situasi bencana alam. Pada kondisi ini orang dipaksa keluar dari zona nyaman dan amannya, di pengungsian, dengan akses terbatas, kemudian fasilitas pendukungnya juga harus berbagi menjadi komunal. Di Indonesia ini belum terbiasa dengan pembalut kain yang bisa dicuci, masih sangat umum menggunakan disposal sekali pakai-buang,” tukasnya.***

76

Leave a Reply