KISAH DIFABEL KAKAK BERADIK YANG TERLUPAKAN

DI sebuah gubuk, tepatnya di Dusun Batu Tepak, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, hiduplah kakak beradik difabel, Amaq Mitanom dan Inaq Minari. Keduanya hidup dengan penuh kesederhanaan dengan menghuni bangunan rumah 2 x 1 meter sudah termasuk dapur tanpa ventilasi udara.

Panas dan terasa tidak nyaman. Tapi dua bersaudara ini tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang mereka alami. Kadang untuk makan saja mereka harus minta-minta kepada warga sekitar, sekadar melepas rasa lapar.

Selama ini, baik Amaq Mitanom maupun Inaq Minari tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Alhasil, keduanya tidak pernah terdata sebagai penerima bantuan oleh pemerintah, baik pusat hingga desa, meski sebenarnya keduanya layak menerimanya. Pernah ada lembaga, YEU dan LKS Nurul Rahmah yang membantu meringankan beban hidup mereka. Lembaga tersebut milik Kepala Desa Sukadana saat ini.

Tanggal 15 Juni 2020, salah satu kepala dusun menyampaikan informasi terkait kondisi kakak beradik tersebut melalui Whatsapp kepada Relawan Endris Foundation Andalan. Komunitas relawan ini tergugah dengan informasi tersebut dan kemudian menggalang open donasi melalui media Facebook. Respon positif dari para Nitizen pun bermunculan, bahkan mereka berhasil mendapatkan donasi awal sebesar Rp. 300.000 dari sejumlah Nitizen.

Dana tersebut kemudian oleh Relawan Endris Foundation Andalan dibelanjakan sembako dan langsung diserahkan kepada Amaq Mitanom dan Inaq Minari. Melihat langsung kondisi rumah Amaq Mitanom dan Inaq Minari, Relawan Endris Foundation Andalan pun terharu hingga meneteskan air mata.

Pada tanggal 16 Juni 2020, aksi dari Relawan Endris Foundation Andalan ini mendapatkan respon dari Wakil Kepala Markas PMI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Saha Budy dan meminta mereka untuk mendampingi langsung ke rumah Papuk Mitanom. Hasil dari kunjungan tersebut, PMI KLU siap membangunkan rumah ukuran 4 x 5 meter untuk kedua kakak beradik tersebut.

Tak berlangsung lama, keesokan harinya, Rabu (17/06/2020), PMI KLU langsung mendistribusikan bahan material berupa 1 dam pasir dan 500 batako. Saat ini proses pembangunannya sedang berlangsung.***

 

Foto-foto terkait dengan artikel :

168

Leave a Reply