LAGI, PMI BANTU LAYANI MIGRAN TERDAMPAR

Pelayanan kesehatan diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe kepada 295 Migran Myanmar yang terdampar di Pantai Ujong, Lhokseumawe beberapa waktu lalu. Sejumlah migran tersebut dinyatakan non-reaktif covid-19 melalui tes cepat, Selasa (9/9/2020). Sejumlah kebutuhan dasar migran akan ditanggung PMI bersama organisasi kemanusiaan lainnya.

Kepala Markas PMI Lhokseumawe Muhammad Waly menerangkan, relawan PMI akan terus memantau kesehatan migran Myanmar selama di penampungan. Sebanyak 26 relawan dan tiga staf PMI Lhokseumawe bergantian memantau dan memenuhi kebutuhan migran.

“Kami bergantian, sesuai bidang memberikan pelayanan,” jelasnya.

Waly menambahkan, PMI turut mengevakuasi salah seorang migran yang meninggal dunia, Kemarin. Sebelum dievakuasi, kata Waly, migran tersebut mengeluhkan sakit dada. Ambulans PMI dikerahkan untuk menjemput migran tersebut, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Selain pelayanan kesehatan, PMI Lhokseumawe juga mendistribusikan air bersih untuk migran Myanmar. Waly mengaku bakal menambahkan beberapa fasilitas kebersihan menyusul pertambahan jumlah migran. Saat ini, baru 3 fasilitas MCK, serta 8 laterin yang tersedia bagi 300an migran.

“Karena ada penambahan migran, jadi mengantre migran bisa berjam-jam. Kami punya rencana membangun beberapa fasilitas kesehatan,” imbuh Waly.

Selama memberikan pelayanan, para relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan diminta tetap menjaga protokol kesehatan. “Ini kan emergency resonse, semua organisasi terlibat. Tapi di sini saling mengingatkan,” jelasnya.

Demi keamanan, para migran ini juga dibatasi. Mereka diminta tidak menemui migran sebelumnya yang telah ditampung selama tiga bulan. Waly merinci, sejumlah migran tersebut terdiri dari 45 perempuan dewasa, 135 perempuan di bawah umur, 66 laki-laki dewasa, 36 laki-laki di bawah umur, serta 14 anak.

Selama 75 hari operasi kemanusiaan, PMI Lhokseumawe telah mendirikan 11 fasilitas kebersihan sekaligus distribusi air bersih. PMI juga menyalurkan bantuan pangan dan logistik bagi migran selama ditampung di Balai Latihan Kerja Kota Lhokseumawe.

“Bagi migran yang baru ini akan ditanggung UNHCR, kami akan mendukung operasi kemanusiaan ini sampai ada keputusan lanjut dari Pemerintah,” kata Waly.

242

Leave a Reply