MEMULIHKAN PSIKOLOGI TKI PURNA BERMASALAH

Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Indonesia sudah sering ditemuidi dalam negeri maupun di luar negeri. Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2014 menunjukkan sekitar 5-15 % dari 200-400 ribu orang TKI yang pulang ke Indonesia setiap tahunnya adalah TKI yang bermasalahMulai dari masalah legalitas keberangkatan, konflik dengan majikan berupa kekerasan fisik, penganiayaan seksual, masalah tidak digaji, dan sebagainya.

Menurut data BNP2TKI, banyak TKI yang pulang maupun dipulangkan masih memendam permasalahan ini sehingga berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis mereka. TKI yang berhasil pulang ke tanah air dan mengalami permasalahan pada kondisi fisik serta psikososial mereka, selanjutnya disebut dengan TKI purna bermasalah. Hal ini menjadi persoalan kemanusiaan yang perlu ditangani secara serius mengingat dampaknya pada kehidupan para TKI.

BNP2TKI sebagai lembaga pemerintah yang memberikan perlindungan kepadaTKI melakukan kegiatan bimbingan dalam rangka rehabilitasi TKI purna bermasalah di Desa Cirenghas, Sukabumi, Kamis (20/3). Dalam kegiatan ini, PMI terlibat dan memberikan bantuan dukungan psikososial melalui program Psychosocial Support Program (PSP). Bersama LSM setempat bernama Women Cyrsis Center, PMI memberikan pendampingan kepada 30 TKI purna bermasalah yang hadir selama 1 hari penuh.

“Kami menurunkan 10 personil Tim PSP untuk mendampingi para TKI dan mendengarkan permasalahan yang mereka alami. Kami harap kami membantu meringankan beban yang mereka alami selama ini,” kata Leo Pattiasina, Kepala Sub Divisi PSP Markas Pusat PMI.

Ditambahkan Leo, bantuan PSP ini adalah yang pertama kalinya diberikan untuk kalangan TKI.

“Program PSP biasa kita berikan untuk para korban bencana. Jika memang dibutuhkan, maka kami siap untuk kembali memberikan bantuan pemulihan kondisi psikososial kepada TKI purna bermasalah lainnya yang mengalami persoalan serupa,” tambah Leo.

Informasi lebih lanjut: dr. Arfan, Kepala Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI, 08161696881 atau Leo Pattiasina, Kepala Sub Divisi Psychosocial Support Program Markas Pusat PMI, 081280446913. 

12

Leave a Reply