OPERASI WATSAN DAN MEDIS PMI DI MYANMAR: PMI SUMBANG AMBULAN UNTUK PELAYANAN KESEHATAN PENGUNGSI MYANMAR

Banyaknya jumlah penampungan darurat yang tersebar dan jaraknya jauh satu dengan lainnya adalah salah satu hambatan dalam pelayanan medis bagi para pengungsi korban konflik di Myanmar.

Selain itu, jarak antara penampungan darurat dengan rumah sakit rujukan di Sitwee cukup jauh.  Jumlah fasilitas ambulan di lapangan bagi para tenaga medis juga kurang memadai.

Untuk menjangkau pelayanan kesehatan di seluruh wilayah yang tersebar, baik di Sitwee maupun Kyauk Taw, Palang Merah Indonesia (PMI) mendonasikan 1 (satu) unit ambulan lengkap dengan peralatan pendukung medis kepada Palang Merah Myanmar (MRCS).

“Ambulan bantuan PMI ini rencananya tidak hanya digunakan untuk melayani kesehatan para pasien di penampungan darurat, namun juga untuk mengevakuasi pasien gawat darurat dari penampungan ke rumah sakit rujukan”, Kata Win Myint Thein, Deputy Executive Director Palang Merah Myanmar.

 

Sementara itu Prof. Dr. Tha Hla Shwe, President of Myanmar Red Cross Society mengatakan Palang Merah Myanmar sangat memerlukan ambulan dengan kemampuan yang dapat menjangkau ke daerah-daerah pelosok.

“Kita saat ini sangat memerlukan ambulan off road yang dapat menjangkau daerah-daerah pelosok, mengingat kondisi jalan di wilayah wilayah terpencil umumnya rusak”, katanya.
Ambulan bantuan PMI adalah ambulan baru jenis ELP  dengan standard kelengkapan perlengkapan medis seperti Blankar/stecher, tabung oksigen dan selang, serta peralatan P3K dan bedah minor.  Ambulan ini juga digunakan untuk operasional tim medis PMI dan MRCS di seluruh wilayah penampungan darurat.

Tim Medis PMI untuk operasional di Myanmar sebanyak terbagi dalam 3 Unit. Setiap unit dilengkapi dengan tenda dan ambulan operasional.

“Peran Tim Medis PMI bukan untuk menggantikan peran para personil medis MRCS, namun lebih untuk memperkuat dan meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan. Tidak hanya bagi pengungsi yang sekarang masih tinggal di penampungan darurat, tapi juga untuk para korban kerusuhan yang tinggal di rumah masing-masing,” kata Arifin Muh. Hadi, Koordinator Tim PMI di Myanmar.

Data per 25 September 2012 yang dirilis oleh Pemerintah Rakhine State menyebutkan bahwa jumlah total pengungsi (IDPs) sebanyak 74,903 orang.  Jumlah penampungan darurat yang akan dilayani Tim Medis PMI dan MRCS adalah 26 Rakhine Camps dan 9 Bengali Camps di Sitwee, serta 5 Bengali Camps di Kyauk Taw.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin Muh. Hadi, Koordinator Tim PMI di Myanmar, Hp. +9509401524644 (nomor lokal). Kontak Media: Anggun Permana Sidiq, Hp. 0856 97777 313.

85

Leave a Reply