PMI BANTU EVAKUASI PENGUNGSI GUNUNG MERAPI

Palang Merah Indonesia (PMI) membantu evakuasi warga di sejumlah desa di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi. Sejumlah Iokasi pengungsian bagi warga dari 13 desa KRB disiapkan dengan standar protokol kesehatan saat pandemi covid-19. Evakuasi dilakukan PMI bersama Pemerintah Daerah (Pemda) pascapeningkatan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) menjadi siaga (level 3) pada Kamis (5/1/2020).

Di Kabupaten Magelang, puluhan relawan PMI dikerahkan membantu evakuasi kelompok rentan (ibu hamil, balita, lanjut usia) dari empat dusun di Desa Keningar. Kepala Markas PMI Magelang Arief Setiohadi mengatakan, dua unit ambulans PMI menjemput kelompok rentan dari rumah tinggal menuju lokasi pengungsian di gedung SDN Ngrajek dan rumah Kepala Desa setempat.

“Kami dibantu Damkar, BPBD, dan TNI,” imbuhnya.

Sedikitnya sebanyak 512 jiwa telah dievakuasi tim gabungan PMI dan Pemerintah daerah ke sejumlah titik pengungsian. Arief menambahkan, di lokasi pengungsian, PMI menerapkan protokol kesehatan terhadap pengungsi. Kemudian, PMI Magelang juga membangun dapur umum (DU) untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

“Tim DU PMI telah menggerakkan tenaga sejumlah 14 personel dalam pelayanan memasak di TEA Tamanagung sejak Sabtu (7/11/2020). Dan hingga saat ini (9/11), masih ditugaskan hingga satu pekan ke depan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, terdapat 3 desa Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Kecamatan Dukun, Magelang. Desa tersebut yakni Desa Paten, Krinjing, dan Desa Ngargomulyo. Masih menurut data tersebut, terdapat 795 pengungsi di 9 titik pengungsian.

Tak jauh berbeda, relawan PMI Kabupaten Boyolali pun melakukan hal serupa. Puluhan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga di KRB setempat. Staf Humas PMI Boyolali Mohammad Aziz Nugraha menjelaskan, ada 3 desa berstatus KRB di Kecamatan Selo, yakni Desa Jrakah, Klakah, dan Tlogolele.

“Per hari ini (9/11) pukul 14.00, kami telah mengevakuasi 30 kk,” jelas Aziz.

Beberapa hari sebelumnya, PMI Kabupaten Boyolali juga telah menyiapkan relawan, armada, dan logistik untuk penanganan pengungsi erupsi merapi. Sejumlah relawan juga dikerahkan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, serta untuk pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian.

“Pada tanggal 5, kami sudah menyiapkan logistik DU dan tandon air untuk di lokasi pengungsian. Kami juga membantu membuat bilik minimalis untuk menjaga jarak antarpengungsi,” imbuhnya.

Di Klaten, sebanyak 175 orang telah diungsikan di sejumlah lokasi pengungsian. Relawan PMI Kabupaten Klaten ikut membantu proses evakuasi warga dari Tegalmulyo dan Balerante tersebut. Staf Humas PMI Kabupaten Klaten Septi mengatakan, sebanyak 20 relawan dikerahkan untuk menyediakan makanan di melalui DU di pengungsian. Selain itu, relawan juga aktif mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para pengungsi demi pencegahan covid-19.

“Kami bagi dalam dua shift di pagi dan sore,” imbuhnya.

Sementara PMI di sekitar merapi membantu evakuasi dan menyediakan DU, Markas Pusat PMI mengrim logistik berupa alat pelindung diri (APD) untuk relawan di lapangan. Staf Gudang Darurat Logistik Covid-19 Ilham Huznul mengatakan, PMI Pusat mengirimkan 1.000 baju hazmat, 1.000  pelindung wajah ke DIY Yogyakarta. Sementara ke PMI Provinsi Jawa Tengah, PMI Pusat mengirimkan 3.000 baju hazmat, 3.0000 pelindung wajah, serta 5.000 masker bedah.

170

Leave a Reply