PMI BANYUWANGI KERAHKAN RELAWAN DI POS PERBATASAN

Upaya mencegah perluasan pandemi covid-19 dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi di pos pemeriksaan (chekpoint) perbatasan wilayah. Puluhan sukarelawan dikerahkan di lima chekpoint untuk membantu pemerintah dalam pengendalian wabah tersebut.

Wilayah perbatasan atau wilayah transit orang dari berbagai wilayah berpotensi jadi tempat penularan covid-19. PMI yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan pun dikerahkan untuk mengawasi titik-titik transit perpindahan orang. Kepala Biro Humas PMI Banyuwangi Ismiyati menyebut, ada empat titik yang diawasi pihaknya.

“Kami mobilisasi relawan di Terminal Brawijaya, Pelabuhan Ketapang, Rest Area Dusun Jambu Licin, dan Rest Area Ijen,” katanya.

Ismiyati melanjutkan, di terminal dan rest area tol, relawan PMI melakukan pengukuran suhu dan spraying terhadap kendaraan. Bersama pemerintah setempat dan aparat Kepolisian dan TNI, relawan PMI juga melakukan pendataan.

“Kami juga sediakan fasilitas cuci tangan di titik-titik tersebut, dan yang terpenting kami juga memberikan imbauaun agar pengendara selalu menaati protokol kesehatan,” tukasnya.

Respon PMI Banyuwangi di pos pemeriksaan ini simultan dengan respon pencegahan covid-19 lainnya. Isimayti menerangkan, dilakukan pembagian tugas sedemikian rupa untuk para relawan PMI Banyuwangi agar semua layanan terpenuhi. PMI Banyuwangi memberlakukan shifting atau pembabakan waktu tugas bagi relawan pos pemeriksaan hingga 24 jam.

“Di rest area Ijen kami bagi dua shift, pukul 7 hingga 15 dan 15 sampai 23. Di pelabuhan diberlakukan 3 shift, 24 jam. Sementara di terminal kami hanya satu shift,” jelasnya.

Sementara sebagian relawan ditugaskan di pos pemeriksaan, puluhan relawan lainnya melaksanakan penyemprotan di fasilitas-faslitas publik. Ismiyati mengatakan, penyemprotan di pondok-pesantren masih jadi fokus pihaknya beberapa hari belakangan ini. Alasannya, lembaga pendidikan Islam yang banyak ditemui di Jawa Timur ini sebagian besar akan mulai difungsikan kembali.

“Ada puluhan relawan yang bertugas menyemprot sekolah dan ponpes,” jelasnya.

Ismiyati menaksir, hingga Senin 6 Juli, penerima manfaat dari sejumlah layanan PMI Banyuwangi selama pandemi mencapai 544.600 jiwa. Pelayanan yang dilakukan di antaranya penyemprotan disinfektan (disinfeksi), pemeriksaan di pos pantau, promosi kesehatan, pembagian masker dan paket sembako, dan penyaluran fasilitas cuci tangan.

172

Leave a Reply