PMI BERI DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA PASIEN COVID-19

Edukasi kesehatan diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka mencegah penularan virus corona atau covid-19. Namun selain edukasi kesehatan, PMI juga memberikan edukasi kesesehatan mental kepada masyarakat di tengah pandemi ini. Program bernama Dukungan Psikososial atau Physicological Support System (PSP) ini diberikan relawan PMI ke masyarakat umum, khususnya yang terdampak covid-19.

Aisyah (bukan nama sebenarnya) mengusap air mata yang hampir jatuh saat bercerita mengenai kekhawatirannya akan anggapan masyarakat terkait salah satu anggota keluarganya yang terpapar covid-19. Ia khawatir penerimaan masyarakat akan hal tersebut buruk.

Sementara di samping Aisyah, relawan PMI berpelindung diri mengusap-usap punggung Aisyah, menenangkannya sambil terus mendengarkan segala cerita Aisyah.

Kisah di atas, merupakan sepenggal tahapan layanan PSP yang diberikan PMI kepada keluarga pasien covid-19. Praktisi dukungan Psikososial yang juga relawan PMI Bantul Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti menyebutkan, sedikitnya ada lima langkah dalam layanan tersebut. Kelima tahapan ini, sambungnya, bisa dilakukan siapa pun untuk memberikan pertolongan psikososial pertama pada korban bencana.

“Berikan kebutuhan mendesak korban, dengarkan keluhannya, terima segala bentuk perasaan korban, arahkan, dan terakhir rujuk korban ke ahli atau otoritas terkait bila situasi di luar kendali penolong,” jelasnya singkat.

Umumnya, kata Rofiah, keluarga pasien terpapar covid-19 khawatir dikucilkan masyarakat karena dianggap ‘ngeyel’ atau tidak patuh pada imbauan pemerintah. Kekhawatiran berlebih tersebut bukan tidak mungkin memengaruhi mental keluarga pasien, dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan mereka.

“Jadi, seolah yang terpapar itu yang ngeyel, ada stigma keluarga yang terpapar ini negeyel. Padahal tidak deimkian,” katanya.

Relawan PMI tidak bekerja sendiri dalam memberikan dukungan psikososial ini. Melalui tokoh kunci di masyarakat setempat, PMI mengaktifkan sistem dukungan psikososial alami untuk membantu keluarga pasien terpapar. Rofiah menjelaskan, tokoh masyarakat setempat diedukasi tentang respon atau dukungan apa saja yang patut diberikan masyarakat kepada keluarga pasien tersebut.

“Misal di RT 1 ada yang terpapar covid-19, ada tindak lanjut sparaying. Nah, Tim PSP bersama Tim Promosi Kesehatan itu di kegiatan itu. Kami mengakses tokoh masyarakat agar melakukan edukasi masyarakt. Kami sampaikan apa kebutuhan mereka secara psikologis,” terangnya.

Rofiah melanjutkan, pelayanan PSP PMI juga diberikan ke masyarakat umum melalui beragam media sosial. Tujuannya, kata Rofiah, agar masyarakat dapat memelihara kesehatan mentalnya selama pandemi. Masyarakat juga dapat mengakses hotline atau layanan sambungan telepon PMI untuk mendapatkan layanan ini.

“Masyarakat yang diimbau di rumah saja mungkin timbul jenuh, mungkin juga terdampak PHK, atau penurunan pendapatan, atau usaha tutup, itu kan memumnculkan reaksi psikologis. Edukasi PSP ini kami sampaikan terus-menerus seiring dengan edukasi kesehatan,” tukasnya.

Pelayanan Dukungan Psikososial selama pandemi oleh PMI ini ditaksir telah menjamah 25 ribu jiwa. Sementara pelayanan promosi kesehatan, pertanggal 4 Agustus, ditaksir telah PMI berikan ke 5,2 juta jiwa masyarakat Indonesia.

109

Leave a Reply