PMI DISTRIBUSIKAN FASILITAS CUCI TANGAN UNTUK PASAR DAN FASILITAS KESEHATAN

Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 415 unit fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) di sejumlah pasar serta fasilitas kesehatan di Jabodetabek. Penempatan fasilitas CPTS di tempat umum ini didukung oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta pihak swasta. PMI bersama sejumlah pihak akan terus menggampangkan kebiasaan CTPS kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Tangan masih menjadi media penghantar virus dan kuman paling dominan ke tubuh manusia, menurut para ahli. Saat pandemi, mencuci tangan bahkan dianjurkan jadi kebiasaan setelah dan sebelum beraktivitas, termasuk saat dalam perjalanan. Fasilitas cuci tangan pun perlu disediakan untuk mendukung kebiasaan ini.

“Cuci tangan pakai sabun ini dikampanyekan sepanjang tahun, tidak hanya saat pandemi. Tapi ini jadi lebih penting saat pandemi,” kata Danus Raharjanto, Staf Bidang Air Sanitasi dan Kebersihan PMI Pusat, Jumat (17/7/2020).

Untuk memantapkan kampanye ini, ratusan faslitas CTPS ditempatkan di area pasar dan fasilitas kesehatan. Pasar sendiri merupakan tempat yang belakangan jadi sumber penularan Covid-19 di DKI Jakarta. Sementara fasilitas kesehatan penting dijaga kehigienisannya demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Di awal pandemi kami khawatir banyak fasilitas kesehatan yang belum mempunyai CTPS memadai,” katanya.

Sebanyak 276 fasilitas cuci tangan disebarkan ke di pasar tradisional di puskesmas wilayah di 267 kelurahan. Secara umum, Danus menjelaskan, pendistribusian sarana CTPS dari IFRC ini menyasar masyarakat perkotaan atau kaum urban.

“Ada media peraga atau KIE juga di fasilitas ini, sekalian promosi kesehatan, supaya tertanam di masyarakat,” jelasnya.

Fasilitas CTPS dirancang agar nyaman bagi siapapun. Dengan tinggi kurang dari 1 meter, tempat cuci tangan ini bisa digunakan anak-anak hingga dewasa. CTPS itu juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Spesifikasinya semua sama, untuk komunal dan bisa dijangkau,” imbuhnya.

PMI terlebih dahulu meninjau (assesment) lokasi penempatan sebelum mendistribusikan fasiltias CTPS. Danus mengatakan, ia ingin penempatan tersebut tepat sasaran dan tepat guna.

“Kami berkoordinasi dengan PMI wilayah untuk penempatannya. Kami harus memastikan dulu ketersediaan air bersih di sana. Jadi tidak asal,” lengkapnya.

Selain didukung IFRC, PMI juga didukung Palang Merah Denmark dan perusahaan minuman Coca-cola Indonesia. Danus menyebut, PMI akan terus membumikan kebiasaan cuci tangan ini melalui kegiatan serupa bersama berbagai pihak.

“Ini proses yang harus terus berjalan, tidak bisa sekali kampanye orang berubah, sesuatu yang harus terus disampaikan,” tukasnya.

743

Leave a Reply