PMI KERAHKAN SIBAT BANTU PEMERINTAH TANGGULANGI COVID-19

NTB – Sejumlah upaya dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam membantu pemerintah daerah menekan wabah covid-19. Pengerahan relawan berbasis masyarakat (Sibat) secara masif dilakukan dalam pencegahan penularan covid-19 di propinsi tersebut.

Relawan Sibat mendistribusikan masker kain secara masif di Propinsi NTB. Penyaluran masker dilakukan menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus terokonfirmasi positif di sejumlah wilayah di NTB. Berdasarkan data resmi Pemerintah NTB, ksus positif covid-19 di NTB baik sebanyak 134 kasus baru dari sebelumnya 757 kasus positif pertanggal 4 Juni.

Relawan Humas PMI Propinsi NTB Nurul Izati menerangkan, relawan Sibat di antaranya telah membagikan masker kain kepada pelayat di Desa Jenggala, Lombok Utara. Diketahui, penggunaan masker di keramaian belum banyak dilakukan masyarakat di wilayah tersebut. Karenanya, PMI juga rutin melakukan sosialisasi protokol kesehatan bersmaan dengan pembagian masker.

“Bersamaan dengan distribusi masker, Tim Sibat melakukan promosi jaga jarak dan penggunaan masker,” kata Nurul.

Selain itu, PMI Lombok Timur turut mensosialisasikan pentingnya pembentukan lumbung donor darah di setiap desa. Nurul mengatakan, itu dilakukan karena terjadi defisit cadangan darah selama pandemi. Tim Sibat, lanjutnya, akan menggerakkan pembentukan Lumbung Donor Darah dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti penghitungan jumlah wanita hamil, perkiraan kebutuhan darah, dan mendata calon pendonor yang berpotensi di desa.

Sosialisasi kesehatan yang dilakukan PMI juga dilakukan dengan memanfaatkan beragam media komunikasi, mulai dari radioa, selembaran, hingga SMS gateway. Tercatat, hingga kini sebanyak 29.036 pesan singkat telah disebarkan ke masyarakat.

“PMI juga menyediakan hotline di nomor 081999973543 setiap hari pukul 08.00 sampai 18.00,” imbuhnya.

Hingga 10 Juni, sosialisasi kesehatan oleh PMI Propinsi NTB telah menyasar 50.827 jiwa. Upaya itu juga dibarengi aksi peneyemprotan yang telah dilakukan di 2.066 titik. Sejumlah titik tersebut di antaranya 916 tempat ibadah, 199 sekolah, 139 kantor pemerintahan, 58 fasilitas kesehatan, 35 pemukiman, 552 area publik, 3 markas PMI, serta 164 lokasi lainnya.***

36

Leave a Reply