PMI LHOKSEUMAWE BERIKAN LAYANAN KESEHATAN MIGRAN MYANMAR

LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, Propinsi Aceh mendisinfeksi tempat penampungan sementara migran Myanmar di Desa Peunteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Sabtu (27/6/2020). Kondisi kesehatan 99 migran Myanmar juga diperiksa untuk mencegah penularan covid-19. Sementara air bersih dan fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK) jadi kebutuhan mendesak para migran tersebut.

Kepala Markas PMI Lhokseumawe Muhammad Waly menjelaskan, sejak migran Myanmar dievakuasi, sejumlah layanan dilakukan PMI kepada mereka. Penyemprotan dilakukan PMI Lhokseumawe di gedung bekas kantor imigrasi yang menjadi tempat penampungan sementara migran Myanmar. Selain itu, PMI Lhokseumawe juga memantau kondisi kesehatan mereka selama di penampungan.

“Ada relawan kami yang siaga 24 jam bergantian, kebetulan di sana juga kami sudah ada posko,” kata Muhammad.

Muhammad menjelaskan, hasil pemantauan sementara, para migran dalam kondisi baik. Sebelumnya, hasil tes cepat covid-19 (rapid test) 99 para migran juga dinyatakan negatif. Meski demikian,  PMI Lhokseumawe tetap memantau kondisi kesehatan mereka sampai nanti direlokasi ke tempat yang lebih layak.

Selain melakukan pendataan kondisi kesehatan, PMI juga mendata kebutuhan para migran. Muhammad mendata, kebutuhan sandang dan papan sejauh ini mulai terpenuhi berkat bantuan dari berbagai pihak.  Namun di sisi lain, kebutuhan akan air bersih dan fasilitas MCK belum sepenuhnya terpenuhi.

“Air bersih sudah coba disalurkan, tapi hanya bertahan beberapa jam saja. Satu-satunya sumber air bersih di sini harus beli,” katanya.

PMI bersama pemerintah setempat masih akan melakukan pelayanan di lokasi tersebut. Rencananya, kata Muhammad, para migran akan direlokasi ke Kota Lhokseumawe agar mendapat tempat yang lebih layak mengingat gedung bekas kantor imigrasi tersebut sudah lama tak digunakan.

“Kami juga akan ikut operasi bersama bersama BPBD, dan Pemerintah setempat yang diperkirakan selama tiga bulan,” imbuhnya.

Sebanyak 99 migran asal Myanmar yang ditampung tersebut terdiri dari 33 anak, 18 laki-laki dewasa, 53 perempuan dewasa , 10 anak laki-laki, 17 anak perempuan, dan 1 bayi laki-laki.

75

Leave a Reply