RADIO KOMUNITAS, ANDALAN PMI BOYOLALI SOSIALISASIKAN COVID-19

Kebutuhan informasi dapat dipenuhi dengan televisi, gawai serta internet. Namun dalam kondisi darurat atau di lokasi terpencil, orang mengandalkan radio. Seperti yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali yang memanfaatkan radio komunitas untuk mensosialisasikan pesan kesehatan dan layanan masyarakat selama pandemi covid-19

Radio komunitas dinilai lebih digemari masyarakat dibandingkan dengan stasiun televisi dan radio komersial. Di samping karena muatan lokalnya, radio komunitas juga jadi sarana penyampai pesan yang efektif. Karena itu, kata Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat dan SDM PMI Boyolali Slamet Hariyanto, media ini dimanfaatkan untuk mensosialisasikan protokol kesehatan pandemi covid-19.

“Karena letaknya di ketinggian, di lereng gunung Merapi, jadi jangkauannya luas, bahkan sampai Ngawi,” katanya.

Stasiun radio yang terletak di Desa Celuntang, Kecamatan Muso, Boyolali ini memang menjadi andalan warga untuk mendapatkan informasi. Mulanya, kata Slamet, Radio Komunitas Celuntang ini digunakan untuk menyebarkan informasi pertanian dan kebencanaan. Namun, lantaran dilanda pandemi, PMI Boyolali melihat adanya kebutuhan informasi soal pandemi.

“Karena mungkin radio ini kan gak ada iklan komersial, lagu yang diputar juga campur sari, dangdut, Didi Kempot yang sesuai kesukaan warga. Jadi banyak yang dengar. Pendengar request lagu saja diputar,” imbuhnya.

Bersama radio yang dikelola Tim Siaga Masyarakat Berbasis Bencana (Sibat) ini, PMI Boyolali juga menyiarkan program wicara bersama pemerintah daerah atau ahli. Program ini, kata Slamet, bertujuan mengedukasi dan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, khususnya informasi soal covid-19.

Bermodalkan alat sederhana, radio ini juga memproduksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) soal pandemi covid-19. Bahkan, ILM ini dikemas dengan drama radio.

“Jadi ya pengisi suaranya itu keluarganya Sibat saja untuk ILM, ada anaknya, istri atau suaminya dilibatkan untuk produksi ILM itu,” kata Slamet.

PMI Boyolali juga menyiarkan sejumlah program di Radio Komunitas Celuntang secara daring. Siaran itu dapat dinikmati masyarakat Boyolali dan sekitarnya melalui media sosial PMI Boyolali. Slamet menambahkan, promosi kesehatan (promkes) atau sosialisasi juga tetap dilakukan relawan secara langsung.

“Kalau covid juga kan kami ada turun ke lapangan, door to door, toa keliling, pasar juga pemukiman. tapi kalau yang pertemuan terbatas,” ujar Slamet.

Pemanfaatan radio komunitas sebagai media penyampai informasi pesan kesehatan diharapkan Slamet bisa dilakukan di wilayah lain. Ia meyakini, masyarakat atau relawan dapat lebih kreatif dengan media ini.

“Saya kira, teman-teman bisa juga bekerja sama dengan rakom. Kalau bekerja sama dengan rakom itu bisa berkreasi lebih, tidak terbatas durasi atau biaya, yang penting pesan kuncinya tersampaikan,” tukasnya.

142

Leave a Reply