RUMAH UNTUK AMAQ MITANOM & INAQ MINARI SIAP DIHUNI

LOMBOK UTARA – Wakil Kepala Markas PMI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sahabudy menyatakan, proses pembangunan rumah bantuan untuk Amaq Mitanom dan Inaq Mitori, dua kakak beradik difabel, saat ini, Minggu (21/06/2020) sudah mencapai 90 persen. “Insya Allah, dalam beberapa hari ini, rumah untuk Amaq dan Inaq sudah bisa dihuni,” katanya.

Dijelaskan, sejak mengetahui kondisi rumah yang ditinggali kedua kakak beradik tersebut yang sangat memprihatinkan, PMI KLU langsung merespon dengan menggalang donasi dan menggerakkan potensi relawan untuk bersama-sama membangun rumah layak bagi Amaq dan Inaq.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua donatur serta para relawan yang telah bahu membahu beberapa hari ini membangun rumah bagi Amaq dan Inaq. Keduanya yang kami lihat sangat senang menerima bantuan dari PMI KLU ini,” tandasnya.

Seperti diposting dalam laman ini sebelumnya (rubrik artikel-red), Amaq Mitanom dan Inaq Mitori adalah warga Dusun Batu Tepak, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Keduanya hidup dengan penuh kesederhanaan dengan menghuni bangunan rumah 2 x 1 meter sudah termasuk dapur tanpa ventilasi udara.

Panas dan terasa tidak nyaman. Tapi dua bersaudara ini tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang mereka alami. Kadang untuk makan saja mereka harus minta-minta kepada warga sekitar, sekadar melepas rasa lapar.

Selama ini, baik Amaq Mitanom maupun Inaq Minari tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Alhasil, keduanya tidak pernah terdata sebagai penerima bantuan oleh pemerintah, baik pusat hingga desa, meski sebenarnya keduanya layak menerimanya. Pernah ada lembaga, YEU dan LKS Nurul Rahmah yang membantu meringankan beban hidup mereka. Lembaga tersebut milik Kepala Desa Sukadana saat ini.

Kondisi keduanya mendapatkan simpati dari beberapa lembaga, termasuk PMI KLU setelah diinformasikan oleh salah satu kepala dusun melalui sosial media.***

55

Leave a Reply