SUNGAI ARUT MELUAP, KECAMATAN ARUT UTARA DIKEPUNG BANJIR

KAB.KOBAR/KALTENG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) selama beberapa hari menyebabkan debit air di bagian hulu Sungai Arut mengalami peningkatan. Akibatnya, pada Minggu 28 Juni 2020 seluruh desa di Kecamatan Arut Utara terendam banjir.

Camat Arut Utara, Kabupaten Kobar, Nursyah Ikhsan membenarkan kejadian banjir di wilayahnya. Banjir yang sebelumnya hanya menggenangi sejumlah desa tersebut saat ini meluas dan merendam permukiman penduduk di Kelurahan Pangkut, Ibukota Kecamatan Arut Utara. “Saat ini ketinggian air di Kelurahan Pangkut berkisar antara 1 sampai 2 meter,” ujarnya.

Bahkan ketinggian air di titik terdalam hingga hampir mencapai atap rumah penduduk. Kendati demikian warga sudah diungsikan sebelumnya oleh Satuan Tugas (Satgas) banjir.

 

Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) PMI Kabupaten Kobar langsung merespon kejadian tersebut. “Giat kami selain melakukan asesmen, juga mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir,” kata Humas PMI Kabupaten Kobar, Rio.

Dijelaskan, saat ini warga sangat membutuhkan makanan siap saji, air bersih dan obat-obatan, baik yang berada di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah mereka. “Kebanyakan yang bertahan di rumah masing-masing, karena mengkhawatirkan harta benda mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kobar, Hj Nurhidayah meninjau lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Selasa (30/06/2020). Dalam kesempatan itu, Nurhidayah meninjau sejumlah rumah warga yang kebanjiran yang berada di tepi Sungau Arut tepatnya di RT.1-5, Kelurahan Pangkut.

“Banjir ini sudah terjadi hampir sepekan dan kini sudah mulai surut. Sejumlah warga ternyata masih banyak yang enggan dievakuasi,” katanya.***

335

Leave a Reply