IFRC GELAR ASIA-PASIFIC SURGE TRAINING: WASH IN EMERGENCY DI KOTA CILEGON

CILEGON.- Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional/International Federation Red Cross (IFRC) Kantor Regional Asia Fasifik dan Kantor Delegasi Klaster Negara untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor Leste dan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan Asia-Pasific Surge Training: WASH in Emergency bertempat di Sari Kuring Indah (SKI) Kota Cilegon. Acara yang akan berlangsung dari 21-26 Oktober tersebut diikuti sebanyak 36 peserta dan fasilitator dari Austalia, Bangladesh, Nepal, Maladewa, Malaysia, Singapura, Myanmar dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Koordinator Air, Sanitasi dan Kebersihan/Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Kantor Regional Asia Pasifik, Ewinur Machdar menyatakan, pelatihan tersebut bertujuan mencetak tenaga terampil dalam sektor WASH untuk diterjunkan membantu Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di kawasan Asia Pasifik yang terdampak bencana ketika diperlukan. “Mudah-mudahan, dalam waktu singkat ini, hasil yang diharapkan dari pelatihan ini akan tercapai dengan baik,” katanya dalam acara pembukaan, Jumat malam (21/10/2023).

Dijelaskan Ewinur, Program pelatihan ini merupakan bukti kerjasama internasional dan dedikasi untuk membangun masyarakat dunia yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana darurat. “Acara saat ini merupakan simbol persatuan antar bangsa dan perhimpunan nasional yang berkomitmen guna menyelamatkan nyawa serta mengurangi penderitaan masyarakat terdampak di saat-saat krisis,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut, terutama kepada Palang Merah Jepang sebagai pendukung pendanaan kegiatan serta Pemerintah dan PMI Provinsi Banten dan Kota Cilegon yang telah memfasilitasi tempat penyelenggaraan.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, H. Encep Nurdin yang berkesempatan membuka acara tersebut mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan dari PMI Pusat juga IFRC menunjuk lokasi kegiatan tingkat Asia-Pasifik tersebut di Kota Cilegon.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses, dan semoga pula para peserta bisa nyaman dan senang bisa belajar tentang WASH di wilayah kami,” katanya didampingi Sekretaris PMI Cilegon, Ujang Samsul dan Pengurus Bidang Pengembangan SUmber Daya (PSD), Fredy Indardi serta perwakilan dari PMI Provinsi Banten.

Ditambahkan Encep, Asia-Pasific Surge Training: WASH in Emergency merupakan momentum sangat baik, khususnya bagi pegawai dan relawan PMI Kota Cilegon untuk turut belajar, meskipun tidak menjadi peserta. “Kami libatkan sebanyak 12 orang dari staf dan relawan untuk menjadi pendamping dalam kegiatan ini, sambil mereka belajar juga,” katanya.

Salah satu peserta dari Indonesia, Ratri Islamiarti, merasa gembira dan bangaa karena terpilih untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Untuk menjadi peserta harus melalui seleksi ketat dari ratusan pelamar dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Saya bersyukur diberikan kesempatan ini untuk bertemu dan belajar dengan peserta lain, dengan fasilitator yang memiliki pengalaman terjun langsung dalam usaha penanggulangan bencana di berbagai belahan dunia,” ungkap Ratri perwakilan PMI dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.***

BERITA TERPOPULER

IFRC GELAR ASIA-PASIFIC SURGE TRAINING: WASH IN EMERGENCY DI KOTA CILEGON

CILEGON.- Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional/International Federation Red Cross (IFRC) Kantor Regional Asia Fasifik dan Kantor Delegasi Klaster Negara untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor Leste dan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan Asia-Pasific Surge Training: WASH in Emergency bertempat di Sari Kuring Indah (SKI) Kota Cilegon. Acara yang akan berlangsung dari 21-26 Oktober tersebut diikuti sebanyak 36 peserta dan fasilitator dari Austalia, Bangladesh, Nepal, Maladewa, Malaysia, Singapura, Myanmar dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Koordinator Air, Sanitasi dan Kebersihan/Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Kantor Regional Asia Pasifik, Ewinur Machdar menyatakan, pelatihan tersebut bertujuan mencetak tenaga terampil dalam sektor WASH untuk diterjunkan membantu Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di kawasan Asia Pasifik yang terdampak bencana ketika diperlukan. “Mudah-mudahan, dalam waktu singkat ini, hasil yang diharapkan dari pelatihan ini akan tercapai dengan baik,” katanya dalam acara pembukaan, Jumat malam (21/10/2023).

Dijelaskan Ewinur, Program pelatihan ini merupakan bukti kerjasama internasional dan dedikasi untuk membangun masyarakat dunia yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana darurat. “Acara saat ini merupakan simbol persatuan antar bangsa dan perhimpunan nasional yang berkomitmen guna menyelamatkan nyawa serta mengurangi penderitaan masyarakat terdampak di saat-saat krisis,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut, terutama kepada Palang Merah Jepang sebagai pendukung pendanaan kegiatan serta Pemerintah dan PMI Provinsi Banten dan Kota Cilegon yang telah memfasilitasi tempat penyelenggaraan.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, H. Encep Nurdin yang berkesempatan membuka acara tersebut mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan dari PMI Pusat juga IFRC menunjuk lokasi kegiatan tingkat Asia-Pasifik tersebut di Kota Cilegon.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses, dan semoga pula para peserta bisa nyaman dan senang bisa belajar tentang WASH di wilayah kami,” katanya didampingi Sekretaris PMI Cilegon, Ujang Samsul dan Pengurus Bidang Pengembangan SUmber Daya (PSD), Fredy Indardi serta perwakilan dari PMI Provinsi Banten.

Ditambahkan Encep, Asia-Pasific Surge Training: WASH in Emergency merupakan momentum sangat baik, khususnya bagi pegawai dan relawan PMI Kota Cilegon untuk turut belajar, meskipun tidak menjadi peserta. “Kami libatkan sebanyak 12 orang dari staf dan relawan untuk menjadi pendamping dalam kegiatan ini, sambil mereka belajar juga,” katanya.

Salah satu peserta dari Indonesia, Ratri Islamiarti, merasa gembira dan bangaa karena terpilih untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Untuk menjadi peserta harus melalui seleksi ketat dari ratusan pelamar dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Saya bersyukur diberikan kesempatan ini untuk bertemu dan belajar dengan peserta lain, dengan fasilitator yang memiliki pengalaman terjun langsung dalam usaha penanggulangan bencana di berbagai belahan dunia,” ungkap Ratri perwakilan PMI dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.***