UDD PMI Kebumen Terima Visitasi Dinkes dan DPMTSP dalam rangka ijin operasional

Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen terima visitasi Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi Serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai ijin operasional pada Rabu 17 Januari 2024

Visitasi dilaksanakan di Aula Lantai 2 PMI Kebumen dihadiri oleh Ketua PMI Kebumen, Kepala UDD, Jajaran Pengurus PMI Kebumen dan Seluruh Karyawan UDD. Hadir Sejumlah Tim Visitasi dari DINKES Moch. Nasir, S.H., M.Eng, Kartini SKM, dr Sudiyana, Parasian Manalu, S.Kep, Ners, dan Muh. Nasir, S.Kep, M.Kep (DINKES Prov Jateng). Sementara Itu dari DPMPTSP yakni Endah Wahjoe, S.Sos, M.Sc dan Dwi Joko Purnomo, S.Kom

Visitasi dilakukan melalui verifikasi lapangan dimulai dari alur donor, laboratorium darah, gudang logistik, hingga kesiapan kendaraan/ bis donor.

Ketua PMI Kebumen Drs Sabar Irianto mengatakan visitasi guna ijin opersional disiapkan menuju akreditasi UDD tahun 2024 dan Persiapan UDD dalam Produksi Fresh Frozen Plasma (FFP)

“Tahun ini kita UDD PMI Kebumen banyak sekali PR yang harus kita lakukan, pertama ditahun ini kita harus akreditasi oleh BPOM dan tentunya kita mulai dengan rehab gedung, kemudian lainnya kita persiapan juga untuk FFP atau frozen plasma karena sekarang rumah sakit sudah meminta frozen plasma darah, ini yang harus kita siapkan” Ujar Sabar Irianto

Sementara itu Kepala UDD PMI Kebumen, dr Dewi Sulistyaningrum mengatakan hasil visitasi dari uji verifikasi lapangan UDD PMI Kebumen telah memenuhi persyaratan sebagai UDD Pratama sehingga ijin operasional dapat dikeluarkan

Lebih lanjut pihaknya akan menuntaskan kekurangan dalam hasil visitasi

“Alhamduliah setelah melalui uji verifikasi lapangan oleh Tim Visitasi dari Dinkes maupun DPMPTSP UDD PMI Kebumen telah memenuhi syarat sabagai UDD Pratama sehingga ijin opersional bisa dilayangkan untuk kita terus bergerak dalam hal kemanusiaan. Adapun dalam kekurangan soal teknis seperti pencahayaan lampu yang harus lebih terang itu akan kami atasi secepat mungkin” tambah dr Dewi

BERITA TERPOPULER

UDD PMI Kebumen Terima Visitasi Dinkes dan DPMTSP dalam rangka ijin operasional

Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen terima visitasi Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi Serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai ijin operasional pada Rabu 17 Januari 2024

Visitasi dilaksanakan di Aula Lantai 2 PMI Kebumen dihadiri oleh Ketua PMI Kebumen, Kepala UDD, Jajaran Pengurus PMI Kebumen dan Seluruh Karyawan UDD. Hadir Sejumlah Tim Visitasi dari DINKES Moch. Nasir, S.H., M.Eng, Kartini SKM, dr Sudiyana, Parasian Manalu, S.Kep, Ners, dan Muh. Nasir, S.Kep, M.Kep (DINKES Prov Jateng). Sementara Itu dari DPMPTSP yakni Endah Wahjoe, S.Sos, M.Sc dan Dwi Joko Purnomo, S.Kom

Visitasi dilakukan melalui verifikasi lapangan dimulai dari alur donor, laboratorium darah, gudang logistik, hingga kesiapan kendaraan/ bis donor.

Ketua PMI Kebumen Drs Sabar Irianto mengatakan visitasi guna ijin opersional disiapkan menuju akreditasi UDD tahun 2024 dan Persiapan UDD dalam Produksi Fresh Frozen Plasma (FFP)

“Tahun ini kita UDD PMI Kebumen banyak sekali PR yang harus kita lakukan, pertama ditahun ini kita harus akreditasi oleh BPOM dan tentunya kita mulai dengan rehab gedung, kemudian lainnya kita persiapan juga untuk FFP atau frozen plasma karena sekarang rumah sakit sudah meminta frozen plasma darah, ini yang harus kita siapkan” Ujar Sabar Irianto

Sementara itu Kepala UDD PMI Kebumen, dr Dewi Sulistyaningrum mengatakan hasil visitasi dari uji verifikasi lapangan UDD PMI Kebumen telah memenuhi persyaratan sebagai UDD Pratama sehingga ijin operasional dapat dikeluarkan

Lebih lanjut pihaknya akan menuntaskan kekurangan dalam hasil visitasi

“Alhamduliah setelah melalui uji verifikasi lapangan oleh Tim Visitasi dari Dinkes maupun DPMPTSP UDD PMI Kebumen telah memenuhi syarat sabagai UDD Pratama sehingga ijin opersional bisa dilayangkan untuk kita terus bergerak dalam hal kemanusiaan. Adapun dalam kekurangan soal teknis seperti pencahayaan lampu yang harus lebih terang itu akan kami atasi secepat mungkin” tambah dr Dewi